ilustrasi virus korona baru

ilustrasi virus korona baru

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Virus Korona (Covid-19) Kota Depok terus gas pol. Belum diketahui apa penyebabnya. Bisa akibat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), bisa juga akibat masih abainya masyarakat menerapkan 3M. Yang pasti faktanya per Senin (14/12), masyarakat yang tertular virus mematikan bertambah 188. Data yang disebut Satgas  Penangan Covid-19 Depok juga ada penambahan masyarakat meninggal. Ada tujuh masyarakat yang dipanggil sang Khalik. Adanya penambahan tersebut, kini Kota Depok pun kembali masuk dalam zona merah di Jawa Barat (Jabar).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebutkan, ada delapan daerah yang masuk zona merah Covid-19 pada pekan ini, termasuk Kabupaten Bekasi dan Kota Depok. Jumlah daerah zona merah di Jawa Barat itu bertambah lagi, setelah pada pekan lalu hanya ada enam zona merah.

Kedelapan daerah zona merah itu adalah Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Depok.

“Zona merah kita bertambah menjadi delapan. Jadi kita harus waspada,” kata Ridwan Kamil kepada Radar Depok, Senin (14/12).

Menurut Kang Emil -Sapaan Ridwan Kamil-, Kabupaten Bekasi masuk dalam daftar daerah yang harus diwaspadai karena kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan. Sedangkan Kota Depok sudah dua pekan ini masuk zona merah.

Pekan lalu, ada enam kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang masuk dalam zona merah Covid-19 yakni Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kota Bandung, Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Majalengka.

Kang Emil meminta, warga di delapan zona merah Covid-19 tersebut untuk waspada dan memperhatikan segala potensi yang akan terjadi agar tidak terpapar Virus Korona baru itu. Protokol kesehatan 3 M (#memakai masker, #menjaga jarak dan #mencuci tangan) selalu diterapkan.

Perlu diketahui, data per Senin (14/12) masyarakat yang tertular Korona ada 188 pasien, total akumulasi positif menjadi 12.969 jiwa. Pasien sembuh baru sebanyak 156, artinya jumlah masyarakat yang sembuh sudah 10.096 jiwa. Dan pasien meninggal bertambah tujuh jiwa jadi totalnya 296 jiwa. Sementara pasien yang belum sembuh ada 2.866 jiwa. (rd/hmi)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar

Editor : Pebri Mulya