Beranda Satelit Depok Tanaman Hias Kian Meroket di Depok : Milenial Diajak Manfaatkan Potensi Wilayah

Tanaman Hias Kian Meroket di Depok : Milenial Diajak Manfaatkan Potensi Wilayah

0
Tanaman Hias Kian Meroket di Depok : Milenial Diajak Manfaatkan Potensi Wilayah
ANTUSIAS : Katar Cinangka sedang mengikuti pelatihan tanaman hias dari KTNA Kota Depok. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
tanaman hias makin meroket
ANTUSIAS : Katar Cinangka sedang mengikuti pelatihan tanaman hias dari KTNA Kota Depok. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

Tren tanaman hias di Depok, dimanfaatkan pengurus KTNA Kota Depok untuk menjadi pelatuk edukasi terkait tanaman kepada milenial. Salah satunya di Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Belasan orang anggota Karang Taruna (Katar) di Kelurahan Cinangka sedang memangkas beberapa batang pohon perdu  di halaman kantor Kelurahan Cinangka. Mereka tampak berhati – hati memotong satu persatu tanaman  itu untuk dihias di halaman kantor Kelurahan Cinangka.

Pelatihan tersebut diberikan langsung   pengurus KTNA  Kota Depok Muhammad Yusuf dan Hevi Satrano.

Menurut Muhammad Yusuf, praktek langsung pembuatan taman dilakukan secara in door dan out door agar nantinnya disaat para peserta membuat taman tersebut dengan mudah merealisasikannya.

“Jadi secara terori kami sudah memberikan pelatihan, sekarang pelatihan praktik secara langsung,” kata Yusuf, di pekarangan kantor Kelurahan Cinangka.

Dia mengungkapkan,  materi  yang diberikan pada Katar meliputi pelatihan landscape outdoor yaitu pohon perdu, seperti Song of Jamaika, Ararea, Soka India, Palisota dan Bromelia Imperialis.

Alat dan bahan yang digunakan untuk dekorasi taman dan rangkaian bunga yaitu, pot bunga atau  vas bunga, oasis serap air, kawat, pelastik, gunting, pisau, ember. Kemudian untuk bunga potong yang digunakan yaitu, Mawar, Sedap malam, Aster, Pikok dan Anturium.

Sedangkan Daun potong yaitu, Palem, Song of. Dracena, Codilyn, Andong, Suji, Misteri, Dracena marginata.

“Tujuan dari pelatihan agar peserta dapat memanfaatkan potensi yang ada disekitar lingkungan dapat disajikan sebagai hasil dekorasi dan rangkain bunga yang bernilai sehingga muncul SDM baru yang andal sebagai Floris atau tukang dekor,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya