Beranda Pendidikan Tim Dokter RSUI Latih 1.659 Nakes

Tim Dokter RSUI Latih 1.659 Nakes

0
Tim Dokter RSUI Latih 1.659 Nakes
SEMINAR ONLINE: Tim Dokter RSUI beri pelatihan kesiapan RS hadapi Covid-19 bagi 1.659 Tenaga Kesehatan se-Indonesia. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK
dokter RSUI melatih
SEMINAR ONLINE : Tim Dokter RSUI beri pelatihan kesiapan RS hadapi Covid-19 bagi 1.659 Tenaga Kesehatan se-Indonesia. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tim dokter Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UI, didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM UI) menggelar pelatihan berupa seminar online bertajuk Hospital Preparedness Covid-19, yang ditujukan bagi Tenaga Kesehatan (Nakes). Pelatihan tersebut telah berlangsung pada Juni 2020, yang diikuti 1.659 Nakes dari Sabang sampai Merauke.

Ketua Pelaksana Seminar, Raden Rara Diah Handayani menuturkan, upaya untuk mempersiapkan Nakes dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di era pandemi Covid-19 sangatlah krusial.

“Kementerian Kesehatan RI telah menunjuk rumah sakit rujukan Covid-19 di beberapa provinsi berikut laboratorium khusus diagnosisnya, namun persiapan di rumah sakit non-rujukan serta fasyankes primer juga perlu diperhatikan karena dari fasilitas-fasilitas kesehatan inilah penderita Covid-19 mulai dapat ditemui,” ungkapnya.

Selain itu, kemampuan mengenali, merujuk, menatalaksana, serta kemampuan mengendalikan infeksi perlu dipastikan apakah sudah benar-benar matang dan dapat menjamin setiap kasus Covid-19 dapat ditangani dengan tepat dan aman di setiap fasyankes.

Tim Pengmas RSUI menyiapkan 21 narasumber dokter dan perawat yang merupakan ahli di bidangnya masing-masing, untuk berbagi wawasan dan pengalaman mereka dalam hal terkait Hospital Preparedness Covid-19 RSUI. Kegiatan seminar online ini dibagi menjadi lima kelompok bahasan, yaitu mengenai diagnosis, alur pelayanan, manajemen klinis, manajemen fasyankes, dan evaluasi pasca-perawatan Covid-19.

Tim Pengmas RSUI melakukan pre-test dan post-test untuk mengetahui lebih dalam kesiapan dalam menangani Covid-19 di fasyankes masing-masing. Dari hasil survei tersebut, diperoleh hasil bahwa lebih dari 50 persen nilai pre-test peserta kurang dari 60. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga medis dan tenaga kesehatan terhadap penanganan Covid-19 masih kurang, sedangkan pada post-test, peserta dengan nilai <60 menurun ke 43 persen, menunjukkan pemahaman nakes mengenai Hospital Preparedness Covid-19.

“Kami berharap melalui kegiatan pengmas ini, dapat mendiseminasi pengetahuan terkait tata laksana rumah sakit. Selain itu, kami juga memperoleh gambaran mengenai tingkat pengetahuan Nakes dan mengetahui tingkat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di masing-masing rumah sakit. Sehingga diharapkan dapat mengevaluasi sejauh mana pelayanan kesehatan di Indonesia telah memenuhi standar WHO dan Kementerian Kesehatan RI,” ucap salah seorang dokter, dr. Diah Handayani. (rd/gun)

 

Jurnalis : M. Agung HR

Editor : Pebri Mulya