Beranda Satelit Depok TPS RW6 Cipayung Bergaya Nusantara

TPS RW6 Cipayung Bergaya Nusantara

0
TPS RW6 Cipayung Bergaya Nusantara
UNIK: Salah satu penampakan TPS unik di lingkungan RW6, Kelurahan/Kecamatan Cipayung. FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK
TPS cipayung bergaya nusantara
UNIK : Salah satu penampakan TPS unik di lingkungan RW6, Kelurahan/Kecamatan Cipayung. FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CIPAYUNG – RW6 Kelurahan/Kecamatan Cipayung punya cara tersendiri dalam memeriahkan Pilkada Depok, 9 Desember. Mereka menyiapkan aneka dekorasi unik untuk tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua RW6 Cipayung, Adimukri menjelaskan, ada enam TPS unik di masing-masing RT. Mulai dari TPS 29 di RT1 hingga TPS 34 di RT6.

“Kami siapkan dari TPS 29 bergaya adat Jawa, TPS 30 adat Sunda, TPS 31 adat Aceh, TPS 32 adat Betawi, TPS 33 adat Bali, dan TPS 34 adat Padang,” ujarnya kepada Radar Depok, Senin (07/12)

Ia menambahkan pembangunan tps dengan dekorasi yang tidak biasa ini menggunakan dana swadaya dari masyarakat hingga jutaan rupiah, serta anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (kpps) turut membantu gotong royong.

“Dana pembangunan per tps ini kisaran 6 juta rupiah. Jadi kalau diakumulasikan enam tps, sekitar 36 juta rupiah,” bebernya.

Menurutnya, dengan kehadiran tps unik ini, dapat meningkatkan animo masyarakat untuk datang memakai hak pilihnya.

Adapun, kata dia, untuk bahan-bahan yang digunakan dalam pendekorasian tps yang berukuran 6x10m ini antara lain terpal, banner, kaso-kaso, dan lainnya.

“Untuk pembangunan sendiri sudah 70 persen lebih, nantinya akan kita selesaikan. Ini bisa menjadi spot foto warga juga,” terangnya.

Di tempat yang sama, Lurah Cipayung, Nurhadi memberikan apresiasi atas ide kreatif tersebut. “Pesan saya yang penting jaga kesatuan dan kesatuan sesama warga pada pilkada nanti,” tuturnya.

Sementara itu, Warga RT5, Iwan menganggap hal ini menjadi terobosan baru untuk menarik minat warga untuk datang ke TPS.

“Kalau dekorasi cantik, warga juga akan semangat ke TPS,” pungkasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya