UPN veteran edukasi
EDUKASI PSIKOSOSIAL: Beberapa warga terlihat duduk lesehan tengah mengikuti edukasi berbasis media komunikasi, mengenai aspek psikososial dalam penatalaksanaan Covid-19. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
UPN veteran edukasi
EDUKASI PSIKOSOSIAL : Beberapa warga terlihat duduk lesehan tengah mengikuti edukasi berbasis media komunikasi, mengenai aspek psikososial dalam penatalaksanaan Covid-19. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Kecamatan Limo kembali mendapatkan edukasi, dari tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN). Kali ini, mengenai aspek psikososial dalam penatalaksanaan covid-19 masyarakat, di Masjid Al Muhammadiyah RT03/RW12, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.

Ketua tim dosen pelaksanaan, Citra Ayu Aprilia mengatakan, sebelumnya sudah ada penyuluhan, tetapi lebih ke arah pencegahan Covid-19. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, termasuk keluarga survivor pasca terinfeksi covid-19 di wilayah Puskesmas Limo.

“Jadi kami melihat banyak warga yang panik dan was-was kalau ada tetangga yang melakukan rapid test, atau bahkan yang positif terjangkit Covid-19. Setidaknya dengan terselenggaranya kegiatan ini, beban jiwa warga bisa menjadi ringan,” jelas Citra kepada Radar Depok, Senin (21/12).

Meski kegiatan tersebut berlangsung secara tatap muka, namun beberapa narasumber menyampaikan edukasinya secara daring. Ini agar tetap menjaga jarak satu sama lain.

Narasumber yang tergabung dalam tim dosen UPN Veteran dalam membawa materi adalah, Citra Ayu Aprilia, Riezky Valentina Astari, Boenga Nur Cita dan Vinny Verdini.

Menurut Citra, sebelumnya sudah ada penyuluhan, tetapi lebih ke arah pencegahan covid-19. Tak hanya itu, tim juga berkoordinasi dengan tim kedokteran yang berada di Puskesmas Limo, guna menggali informasi pencegahan serta penganan Covid-19.

“Dari wawancara dengan Kepala Puskesmas Limo Depok, tingkat kejadian di wilayahnya meningkat dan masih ada stigma negatif dan kekhawatiran. Jadi kami melakukan edukasi aspek psikososial ini,” katanya.

Lalu, menurut laporan dari tim Kampung Siaga Covid-19 (KSC), yang lebih diperhatikan adalah warga yang hasilnya reaktif tanpa gejala, tetapi yang masih sering bepergian dan bertamasya.