Minggu, Februari 28, 2021
Beranda Pendidikan Vokasi UI Helat Pelatihan Lima Budaya Eksekusi

Vokasi UI Helat Pelatihan Lima Budaya Eksekusi

0
Vokasi UI Helat Pelatihan Lima Budaya Eksekusi
VIRTUAL : Dosen Vokasi UI bersama tim Vokasi Bisa dibawah Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI, menyelenggarakan pelatihan lima budaya eksekusi secara online. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK
vokasi adakan pelatihan budaya
VIRTUAL : Dosen Vokasi UI bersama tim Vokasi Bisa dibawah Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI, menyelenggarakan pelatihan lima budaya eksekusi secara online. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK — Dosen Vokasi UI bersama tim Vokasi Bisa dibawah Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan pelatihan lima budaya eksekusi. Ini dilakukan untuk pengembangan kompetensi dan produk unggulan SMK pada November-Desember 2020. Kelima Budaya Kerja Eksekusi yang disampaikan adalah, Menetapkan Sasaran Maha Penting, Tindakan pareto (20:80), Meningkatkan kemampuan dan kemampuan, Papan Kemajuan, Ikrar dan janji.

“Dengan program pengabdian masyarakat ini, kami berharap dapat membantu SMK untuk memaksimalkan potensinya melalui sistem manajemen kerja yang terstruktur sehingga luaran produk unggulan SMK memiliki kualitas yang baik dan SMK dapat merencanakan pengembangan yang terstruktur dan terukur untuk produk unggulannya di masa yang akan datang”, ujar Wahyu Nofiantoro, Ketua Pengabdian Masyarakat sekaligus  tim Vokasi Bisa yang menyelenggarakan pelatihan ini.

Kegiatan pelatihan dengan judul acara “Peningkatan Mutu Kapasitas Pimpinan Sekolah Menengah Kejuruan (Vokasi) Menggunakan 5 Budaya Eksekusi sebagai Metode Dalam mengelola Competence dan Hasil Produk Unggulan SMK” tersebut, dilaksanakan selama dua hari pada 18-19 September 2020. Dengan pemateri yang merupakan praktisi senior di bidang Human Capital, Banking dan Business serta Pendiri dan Direktur Utama PT. Salam Tamadun Unggul, Ikun M.Soedrajat.

Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang merupakan komponen aktif di SMK mulai dari Kepala Sekolah, Staff kurikulum, Staff Administrasi hingga Guru SMK yang berasal dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Yogyakarta. Peserta secara aktif membuat rencana kerja yang terstruktur dan terukur menggunakan prinsip lima Budaya Eksekusi, yaitu menetapkan Wildly Important Goals beserta skala prioritasnya dengan pola pengukuran from X to Y, menetapkan tindakan pareto, membuat scoreboard  yang atraktif, menetapkan jadwal pertemuan serta menjaga irama akuntabilitas dengan agenda ikrar dan janji.

Selain penyelenggaraan pelatihan, tim penyelenggara juga berkomitmen dalam melakukan program pendampingan bagi 3 SMK, yaitu pada SMK Informasi Utama, SMK Patrol Indramayu, dan SMKN 1 Rengasdengklok. Dengan program pendampingan ini diharapkan pengelolaan kompetensi dan hasil produk unggulan SMK akan lebih maksimal. Pendampingan yang dilakukan mencakup penyusunan perencanaan hingga evaluasi.