Senin, Maret 8, 2021
Beranda Pendidikan Vokasi UI Latih Branding Wisata di Serang

Vokasi UI Latih Branding Wisata di Serang

0
Vokasi UI Latih Branding Wisata di Serang
LATIH BRANDING : Tim Vokasi UI menggelar kegiatan edukasi daring yang menyasar para pemuda di Kabupaten Serang. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK
UI latih wisata
LATIH BRANDING : Tim Vokasi UI menggelar kegiatan edukasi daring yang menyasar para pemuda di Kabupaten Serang. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pendapatan sektor industri pariwisata yang menurun dalam satu atau dua tahun terakhir di Kabupaten Serang, akibat bencana alam, seperti tsunami, gempa, tanah longsor, banjir. Ditambah pandemi Covid-19 yang terjadi tahun ini, menggerakkan Tim Pengabdian Masyarakat (pengmas) Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) yang diketuai, Priyanto (dosen Program Studi Pariwisata) untuk melakukan pengabdian masyarakat (pengmas) ke Serang.

Mereka menggelar kegiatan edukasi daring yang menyasar para pemuda di Kabupaten Serang dengan tema Optimalisasi Pengembangan Destinasi Wisata Melalui Pendampingan Masyarakat di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Selasa (8/12).

Kabupaten Serang memiliki potensi di bidang pariwisata yang cukup dapat diandalkan. Di antaranya adalah Pantai Anyer, kawasan Heritage Banten Lama, Rawa Dano, Cagar Alam Pulau Dua, Gunung Api Krakatau, dan Pemandian Air Panas Batu Kuwung.

Menurut Priyanto, pengmas ini merupakan sebuah program sosialisasi dan pelatihan aktivitas kepariwisataan bagi para pemuda setempat, yang terdiri dari materi kepemanduan wisata, pengelolaan keuangan pariwisata, branding destinasi wisata, serta tips membangun wisata sehat di masa pandemi Covid-19. Dengan bekal keterampilan ini, diharapkan masyarakat lokal dapat meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah Kabupaten Serang.

Tentu saja, hal ini sangat memengaruhi kehidupan masyarakat Serang khususnya yang mengandalkan pemasukan dari sektor pariwisata. Untuk itulah tim berupaya memberikan materi edukasi pariwisata mulai dari konsep, etika, teknik mengawali pemanduan, melaksanakan pemanduan, mengakhiri pemanduan, serta teknik berbicara dan bahasa tubuh yang baik.

“Para pemuda juga berkesempatan melakukan simulasi kepemanduan wisata,” ujar Priyanto menjelaskan.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan pelayanan prima bagi wisatawan dapat diberikan, sehingga minat wisatawan ke daerah wisata di Serang dapat meningkat kembali. Dalam kegiatan ini, para pemuda juga didorong untuk melakukan branding bagi destinasi pariwisata di Serang.