larangan ritual malam tahun baru
IMBAU : Aparatur pemerintah Kelurahan Pasir Putih membentangkan spanduk larangan menonton fenomena alam Braja. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
larangan ritual malam tahun baru
IMBAU : Aparatur pemerintah Kelurahan Pasir Putih membentangkan spanduk larangan menonton fenomena alam Braja. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, PASIR PUTIH Mungkin hampir semua umat di bumi ini akan setuju jika 2020 dikatakan sebagai tahun penuh rintangan. Hal ini lantaran pandemi Covid-19. Imbasnya, ada sejumlah kebudayaan di masyarakat yang harus di revisi. Mesti menyesuaikan dengan kondisi.

Salah satu hal paling kecil yang harus diubah adalah kebiasaan warga Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan dalam merayakan pergantian tahun, yang kini tinggal menghitung hari.

Warga disana punya tradisi yang tidak biasa dalam menyambut pergantian tahun, yaitu dengan menyaksikan fenomena alam berupa pertunjukan bola api atau yang disebut sebagai braja.

Tapi, tahun ini, aparatur pemerintah di Kelurahan Pasir Putih sudah melarang warganya untuk menonton fenomena alam itu.

Sekretaris Kelurahan Pasir Putih, Umar mengatakan, pelarangan merayakan malam tahun baru dengan menonton braja dilarang karena menimbulkan kerumunan massa yang bisa menimbulkan terpaparnya Covid-19.

“Kita sebisa mungkin melarang seluruh kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Termasuk pertunjukan braja ini,” katanya, Senin (28/12).

Ia mengungkapkan, pelarangan ini  sebagai tindak lanjut surat edaran Wali Kota Depok, nomor: 443/605-Huk /Satgas tentang kegiatan pada malam tahun baru 2020-2021 dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Depok.

“Tentunya tindakan kami ini memiliki dasar hukum yaitu surat edaran Walikota Depok yang melarang adanya perayaan malam tahun baru secara berkerumun,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, larangan sudah diworo–woro baik secara lisan maupun tulisan, termasuk dengan memasang spanduk untuk mengingatkan warga agar tidak berkerumun khususnya menyaksikan fenomena Braja.

“Kami pasang spanduk pelarangan merayakan malam tahun baru menonton bola api di sejumlah titik strategis, baik itu di pertigaan, Pospol, Perum Sawangan Permai termasuk pintu masuk makam,” pungkasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya