Beranda Utama 10.000 Kasus Jabar Belum Diumumkan Pusat

10.000 Kasus Jabar Belum Diumumkan Pusat

0
10.000 Kasus Jabar Belum Diumumkan Pusat
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
ridwan kamil sambutan berdiri
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

 

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – Kasus Virus Korona (Covid-19) di Jawa Barat, tembus angka 102 ribu kasus secara akumulatif, Kamis (14/01). Sehari sebelumnya, terjadi penambahan kasus sebanyak 1.755 kasus, yang menjadi tambahan kasus paling tinggi di Jabar sejak Korona mewabah.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, masih ada 10 ribu kasus yang telah dilaporkan lab atau Dinas Kesehatan (Dinkes) di Jabar. Tapi belum diumumkanpemerintah pusat. Sekadar diketahui, alur pelaporan kasus Covid-19 di Jabar dimulai dari Dinkes di masing-masing kabupaten/kota ke pusat, lalu diumumkan Satgas Covid-19 Nasional per harinya.

“Kasus tinggi masih sama, saya buka ada 10 ribu kasus yang sudah terlaporkan lab dan belum diumumkan,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu, di RSHS Bandung, Kamis (14/01).

Menurut Emil, hingga kini belum mengerti mekanisme pelaporan kasus Covid-19 di pemerintah pusat.

“Saya tidak mengerti apakah 10 ribu (kasus) akan dicicil atau bagaimana, dibikin heboh, saya tidak paham. Tapi kenaikan itu dipengaruhi antrean data yang tidak real time. Saya sampaikan keluhan itu,” tutur Emil.

Walau begitu, dia menjelaskan, tidak semua 10 ribu kasus yang belum diumumkan tersebut merupakan kasus positif. Seperti yang terjadi pada Rabu (13/01), dari 1.755 kasus, hanya 676 yang merupakan kasus baru. Sedangkan 1.068 lainnya merupakan kasus pasien yang sembuh atau selesai diisolasi dan 11 pasien yang meninggal.

Saat ini kasus paling banyak ditemukan di Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan kabupaten/kota lainnya. (hmi/rd)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar

Editor : Pebri Mulya