15 Hari Depok Perketat PSBB

In Metropolis
pemandangan jalan margonda
GEDUNG TINGGI : Sejumlah gedung perkantoran dan apartemen yang berada di kawasan Jalan Margonda Raya, Kota Depok. FOTO : DOK. RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Akhirnya pusat turun tangan dalam pesebaran masif Virus Korona (Covid-19) di Kota Depok. Terangkum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Pemerintah membatasi kegiatan masyarakat dengan merujuk pada aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di seluruh provinsi di Pulau Jawa dan Provinsi Bali. PSBB Jawa Bali ini berlaku 11 Januari sampai 25 Januari 2021.

“Mendagri akan buat edaran ke Pimpinan Daerah. Tadi sudah disampaikan oleh Presiden ke Gubernur seluruh Indonesia,” kata Menko Perekonomian yang juga Ketua KPC-PEN, Airlangga Hartarto, Rabu (6/1).

Pertama, membatasi Work From Office (WFO). WFO hanya menjadi 25% dan Work From Home (WFH) menjadi 75%. Kedua, kegiatan belajar mengajar masih akan daring. Ketiga, sektor esensial khusus kebutuhan pokok masih akan beroperasi 100% namun dengan protokol kesehatan. Keempat, dilakukan pembatasan jam buka pusat perbelanjaan alias mal sampai jam 19.00 WIB. Untuk restoran 25% dan pemesanan makanan harus take away dan delivery bisa tetap buka.

Kelima, konstruksi masih tetap berjalan 100% dengan protokol kesehatan ketat dan rumah ibadah dibatasi 50%. Fasilitas umum ditutup sementara dan moda transportasi diatur lebih jauh.

“Penerapan pembatasan dilakukan di Jawa-Bali karena seluruh propinsi tersebut karena memenuhi empat parameter yang ditetapkan,” kata Airlangga.

Dalam mengambil kebijakan ini, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah melihat data perkembangan penanganan Covid-19, seperti zona risiko penularan virus corona, rasio keterisian tempat tidur isolasi dan ICU. Selain itu, pemerintah juga melihat kasus aktif Covid-19 yang saat ini telah mencapai 14,2 persen.

Menurut Airlangga, pembatasan sosial di provinsi, kabupaten, atau kota harus memenuhi parameter terkait penanganan Covid-19.

Parameter tersebut antara lain, tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional sebesar 3 persen. Kemudian tingkat kesembuhan di bawah nasional sebesar 82 persen.

Selanjutnya, kasus aktif di bawah kasus aktif nasional sebesar 14 persen, dan keterisian RS untuk tempat tidur isolasi dan ICU di atas 70 persen.

Sementara, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan, arahan pemerintah pusat terkait PSBB Jawa-Bali, segera ditindaklanjuti Pemprov Jabar. Pihaknya, segera melakukan pembahasan mengenai work from home (WFH) tersebut.

Emil -sapaan Ridwan Kamil- menegaskan, wilayah Jawa Barat, fokus penerapan WFH akan berlaku untuk Bogor, Depok Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya.

1 of 2

You may also read!

Lurah Pangkalanjati, Tarmuji

Pangkalanjati Geber Sosialisasi Prokes

Lurah Pangkalanjati, Tarmuji   RADARDEPOK.COM, PANGKALANJATI - Kelurahan Pangkalanjati dan stakeholder, terus berupaya menekan penyebaran Virus Korona

Read More...
pasien korona tidur

Tempat Tidur Pasien Korona Sisa 10 Persen di Kota Depok

  RADARDEPOK.COM, DEPOK - Pantas saja Kota Depok yang masuk dalam siaga 1 Covid-19 (Virus Korona). Keladinya, dari 491 ketersedian

Read More...
pokja paud depok

Kota Depok Bentuk Pokja Bunda PAUD

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Depok Bunda Elly Farida.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Memasuki 2021,

Read More...

Mobile Sliding Menu