korban pemalsuan data
KOORDINASI : Masyarakat mendatangi keluarga pelaku untuk meminta pertanggungjawaban. FOTO : ISTIMEWA
korban pemalsuan data
KOORDINASI : Masyarakat mendatangi keluarga pelaku untuk meminta pertanggungjawaban. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, CILANGKAP – Terjadi pemalsuan data untuk peminjaman uang pada Bank Keliling di RT 4/4, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos. Terdapat 19 korban dengan kerugian kurang lebih Rp 42juta.

Ketua RW 4 Kelurahan Cilangkap, Asep Sopian menerangkan, dirinya baru mengetahui kejadian ini kemarin saat ada warga yang melapor.

“Yang saya tahu, pelaku meminjam sejumlah uang kepada Bank Keliling, dengan menggunakan sejumlah nama dan identitas palsu ke-19 orang tersebut,” jelasnya kepada Radar Depok, Minggu (17/01).

Dirinya mengungkapkan, dari 19 korban pemalsuan indentitas tersebut, seluruhnya tinggal di RT 4/4 yang merupakan tetangga di kontrakannya.

“Kalau tidak salah, ketua RT nya pun menjadi korban. Tetapi saya belum tahu jelas, karena semalam saya berhalangan hadir,” terangnya.

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa kejadian ini telah diselesaikan secara kekeluargaan dan pihak keluarga akan bertanggungjawab atas kejadian ini.

“Pelaku kurang lebih satu bulan sudah tidak ada di kontrakannya, sehingga warga meminta pertanggungjawaban kepada suami dan mertuanya,” tegasnya.

Dari hasil rembuk, pihak keluarga menjaminkan sertifikat rumahnya, untuk mempertanggungjawabkan kerugian dari kejadian ini.

“Semalam, ada pak RT dan tokoh masyarakat, serta warga yang telibat. Sudah ada kesepakatan, bahwa serifikat milik suami dan mertuanya dijaminkan, untuk melunasi seluruh hutang tersebut. Tetapi, kami juga masih menunggu informasi lanjutan dari pihak yang bersangkutan,” pungkasnya. (rd/tul)

 

Pemalsuan data untuk peminjaman uang :

– 19 orang yang menjadi korban merupakan tetangga

– Kerugian ditaksir Rp42 juta

– Diselesaikan secara kekeluargaan

– Pihak keluarga pelaku pemalsuan menjaminkan sertifikat rumah untuk ganti rugi

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Pebri Mulya