Senin, Maret 8, 2021
Beranda Utama 38 Penyintas Antre di Plasma, Walikota Depok Sudah Diskrining

38 Penyintas Antre di Plasma, Walikota Depok Sudah Diskrining

0
38 Penyintas Antre di Plasma, Walikota Depok Sudah Diskrining
DICEK : Walikota Depok Mohammad Idris menjadi calon pendonor plasma konvalesen dan tengah melakukan pengambilan sampel darah  di kediamannya, Senin (25/1). IST
walikota depok diskrining
DICEK : Walikota Depok Mohammad Idris menjadi calon pendonor plasma konvalesen dan tengah melakukan pengambilan sampel darah  di kediamannya, Senin (25/1). IST

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penyintas Virus Korona (Covid-19) Kota Depok ramai-ramai ingin mendonorkan plasma kovalesen. Senin (25/1) perdana dibuka donor, sudah lima yang berhasil diambil plasmanya. Sementara, masih ada 16 penyintas sudah diskrining (Pemerikaan kesehatan), dan 22 penyintas antre menunggu skrining.

Walikota Depok, Mohammad Idris yang merupakan salah satu calon pendonor plasma konvalesen mengatakan, pencanangan ini, merupakan salah satu upaya membantu masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pasalnya, donor plasma ini sudah dipelajari secara medis sebagai terapi pemulihan bagi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

“Donor ini dilakukan seseorang yang telah terpapar Covid-19. Menurut medis, selama masih ada antibodi dua sampai tiga bulan, maka ia bisa mendonorkan darahnya untuk pasien Covid,” ujarnya.

Sementara, Kepala Unit Donor Darah (UDD) Kota Depok, Widya Astriyani mengatakan, berdasarkan data seharusnya ada delapan orang yang akan melakukan donor plasma konvalesen pada hari ini (kemarin). Namun, yang terlaksana baru lima orang.

“Kami sudah jadwalkan, ada delapan calon pendonor hari ini. Namun, dari delapan calon pendonor, ada yang belum siap hari ini,” tuturnya kepada Radar Depok, Senin (25/1).

Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan PMI Depok, proses donor plasma konvaselen dimulai sejak pukul 9:00 WIB sampai 15:25 WIB. Dan tiap pendonor memerlukan waktu sekitar 30 sampai 45 menit untuk transfusi plasma konvalesennya. “Kami memiliki satu mesin alat untuk transfusinya. Jadi, pendonor nantinya bergantian. Makanya, kami beri jadwal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Widya mengungkapkan, sebenarnya sebelum diadakan kegiatan donor darah plasma konvaselen ini. Sudah ada sekitar 15 orang lebih yang melakukan skrining, namun yang lolos hanya delapan orang. Dengan dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan enam masyarakat biasa.

Kemudian, Walikota Depok, Mohammad Idris hari ini sudah melakukan tahapan skrining untuk donor darah plasma konvaselen. Menurut Widya, hasil bisa atau tidaknya mendonor baru akan keluar dua sampai tiga hari kedepan.

Untuk besok (hari ini), akan dilakukan donor bagi para calon pendonor yang hari ini gagal mendonor. Dan belum ada jadwal untuk pendonoran lagi, hanya saja skrining yang dilakukan dari Senin sampai Jumat di jam kerja.

“Kalau besok paling yang gagal donor hari ini. Selebihnya, untuk yang donor belum ada lagi. Baru akan kami lakukan skrining kepada yang telah daftar, ada sebanyak 22 orang. 19 orang mendaftar lewat Googleform dan 3 orang mendaftar langsung,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Ketua PMI Kota Depok, Dudi Miraz mengatakan, hari ini (kemarin) dia menjadi salah satu orang yang melakukan donor darah plasma konvaselen. “Saya bersyukur karena hari ini saya diberi kesempatan untuk melakukan donor darah konvalesen,” tuturnya.

Menurut dia, donornya kali ini merupakan bagian dari rasa syukurnya, karena sudah sembuh dari Covid-19 beberapa minggu lalu. “Plasma yang diambil dari darah saya ini adalah 600 cc. Bisa untuk tiga pasien Covid-19 bergejala sedang,” lanjutnya.

Dudi meminta kepada rekan-rekan yang termasuk kategori penyintas atau pernah terkonfirmasi Covid-19 bergejala sedang dan berat. Agar bisa mendonorkan plasma konvalesennya bagi para pasien Covid-19.

“Diharapkan kepada penyintas Covid-19 agar bisa membantu. Karena Insha Allah bisa bermanfaat bagi pasien Covid-19. Ini juga sebagai ikhtiar untuk membantu pasien yang berada di rumah sakit atau ICU,” tutupnya.(rd/dis)

 

Jurnalis : Putri Disa 

Editor : Fahmi Akbar