ilustrasi virus korona biru

ilustrasi virus korona biru

 

RADARDEPOK.COM, DEPOKPuluhan penghuni panti asuhan Fransiskus Asisi yang terletak di kawasan Pancoranmas terkonfirmasi reaktif berdasarkan hasil rapid test Antigen. Saat ini kondisi panti asuhan tersebut ditutup untuk sementara.

Kasus ini terungkap ketika seorang pengurus panti yang terletak di Jalan Kamboja Kelurahan Depok, Pancoranmas ini, dinyatakan positif Covid-19. Pada saat dilakukan tracing kepada penghuni panti, puluhan penghuni dinyatakan reaktif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggualangan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, kasus di panti ini muncul ketika pengurus panti di sana berinisiatif melakukan rapid antigen kepada penghuni panti pasca terinfeksinya salah satu pengurus di sana. Hasilnya, 40 anak penghuni panti dinyatakan reaktif.

“Ada 40 anak di sana yang dinyatakan reaktif setelah melakukan rapid antigen,” kata Dadang kepada Radar Depok, Selasa (19/1).

Dia mengungkapkan, setelah mendapat laporan adanya kasus reaktif di panti asuhan, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan mitigasi dengan melakukan penyemprotan disinfektan serta melakukan Swab PCR kepada seluruh penghuni panti.

“Semua sudah kami Sawab hari ini, tinggal menunggu hasilnya,” tutur pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok.

Dia menjelaskan, kegiatan di panti asuhan itu juga sudah dibatasi dan dilakukan pemantauan mendalam dari petugas Puskesmas di sana. Selain itu, pihaknya juga akan mensuplai kebutuhan logistik penghuni panti selama melakukan isolasi mandiri.

“Panti asuhan itu sudah kami lockdown selama 14 hari kedepan, tidak ada yang boleh keluar ataupun masuk ke sana,” tegasnya.

Sementara itu, seorang pejabat Pemkot Depok meninggal di RSUD Kota Depok akibat Covid-19. Pejabat tersebut adalah Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Depok, Yayan Ariyanto. Ia meninggal pada Selasa (19/1) pukul 15.55 wib.

Mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok itu telah menjalani perawatan selama dua pekan di RSUD Kota Depok. Almarhum dirawat di ruang ICU.

“Informasi dari RSUD Kota Depok, pak Yayan Ariyanto meninggal pada pukul 15.55 WIB,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana kepada wartawan.

Dadang menjelaskan, ketika menjalani perawatan kondisi almarhum sempat berangsur membaik. Namun, belakangan ini kondisinya menurun.

“Sempat ketika di awal ada perbaikan, saturasi oksigennya naik. Tapi akhir-akhir sampai hari ini terjadi penurunan,” ujarnya.

Almarhum dikebumikan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pemakaman Covid-19. “Ya rencana begitu sore dimakamkan, kemungkinan di TPU Kalimulya III,” pungkasnya.  (rd/dra/**)

 

Jurnalis: Indra Abertnego Siregar

Editor: M. Agung HR