ACT MRT
ISTIMEWA APEL PAGI: ACT MRI Kota Depok, saat selesai melaksanakan apel pagi, di Halaman Kantor Cabang ACT Kota Depok, Jalan Ir Juanda, Jumat (22/1).
ACT MRT
APEL PAGI: ACT MRI Kota Depok, saat selesai melaksanakan apel pagi, di Halaman Kantor Cabang ACT Kota Depok, Jalan Ir Juanda, Jumat (22/1). ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Masyrakat Relawan Indonesia (MRI) Kota Depok, mengadakan apel kesiapan bencana, di halaman Kantor Cabang ACT Kota Depok, pada Jumat (21/1).

Ketua Harian MRI Kota Depok, Muhammad Faruqi Arif mengatakan, kegiatan tersebut diikuti 25 relawan MRI dan tim ACT Kota Depok. Apel ini dilakukan guna mempersiapkan para relawan atas segala bencana yang terjadi sejauh 2021 di berbagai daerah Indonesia.

“Termasuk untuk menyiapkan diri bagi seluruh relawan, apabila harus merespon bencana secara cepat dimanapun dan kapanpun,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Jumat (22/1).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, para anggota relawan MRI ACT Kota Depok mengambil peran dalam menyalurkan segala bantuan tenaga dan logistik. “Mereka nantinya akan berkomitmen untuk tetap menyalurkan bantuan. Salah satunya dengan menghadirkan posko logistik,” ujarnya.

Seperti sebelumnya, para relawan telah menghadirkan posko logistik kemanusiaan untuk pengiriman logistik dengan armada kapan ke Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan.

Dalam apel ini juga sekaligus meresmikan kantor cabang ACT Depok, yang telah membuka posko logistik kemanusiaqn bagi para komunitas di Depok. “Jadi kamu sudah punya posko bagi para komunitas di Depok yang ingin berkontribusi untuk bencana di Indonesia,” sambungnya.

Dia berharap, seluruh komunitas se Kota Depok bisa berkontribusi untuk mengirimkan logistik untuk timnya, yang nanti akan dikirim bersama ke Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan. Bahkan, walau hanya satu karton sabun atau popok, menurut dia, itu sangat dibutuhkan untuk penyintas bencana. “Ini adalah waktunya untuk berkolaborasi untuk peduli ke sesama manusia,” lanjutnya.

Di akhir, dia mengatakan, pada 27 Januari armada akan berangkat ke daerah bencana. Dan penerimaan logistik akan ditampung sampai 25 dan 26 Januari. “Kami juga ada fasilitas jemput logistik. Dan yang diutamakan adalah kebutuhan pangan, bukan pakaian layak pakai. Karena sudah terlalu banyak,” tutupnya.(rd/dis)

 

Jurnalis : Putri Disa 

Editor : Fahmi Akbar