Minggu, Maret 7, 2021
Beranda Satelit Depok Ada Positif, Kantor Kelurahan Krukut-Grogol Lockdown

Ada Positif, Kantor Kelurahan Krukut-Grogol Lockdown

0
Ada Positif, Kantor Kelurahan Krukut-Grogol Lockdown
SEPI : Kelurahan Krukut Kecamatan Limo ditutup sementara akibat Lurah Krukut, Rohman Tohir dinyatakan positif Korona, Selasa (19/1). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK
kantor kelurahan krukut ditutup
SEPI : Kelurahan Krukut Kecamatan Limo ditutup sementara akibat Lurah Krukut, Rohman Tohir dinyatakan positif Korona, Selasa (19/1). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, KRUKUT – Warga Kelurahan Krukut dan Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, terpaksa harus menunda mengurus administrasi. Keladinya, dua kelurahan tersebut ditutup (lockdown) sementara. Penutupan diketahui akibat Covid-19 memaparkan ASN setempat.

Informasi yang dihimpun Harian Radar Depok, Lurah Krukut Rohman Tohir terpapar Covid-19, setelah melaksanakan kegiatan bersama TP PKK Kecamatan Limo beberapa pekan lalu. Saat menjalani tes Swab, ternyata orang nomor satu di Krukut itu dinyatakan positif.

Sementara dijajaran Kantor Kelurahan Grogol, Sekretaris Kelurahan Grogol, Nasruloh juga diletahui terpapar Covid-19.

Adanya hal tersebut, Lurah Grogol, Danudi Amin membenarkan tidak membuka pelayanan di kantor kelurahan. Terhitung sejak 18 hingga 21 Januari, karena salah satu pegawai terkonfirmasi terpapar Covid-19.

“Ya, kami tidak membuka pelayanan. Namun, tetap melaksanakan pelayanan masyarakat terutama pada kegiatan yang tidak mengharuskan di kelurahan,” kata Danu.

Keputusan meliburkan sementara kegiatan pelayanan merupakan rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Limo. Itu dilakukan guna menekan penyebaran Virus Korona, yang ternyata hingga sekarang masih marak.

“Kami berharap warga dapat memaklumi mengapa kami untuk sementara tidak membuka pelayanan. Dan kebijakan ini sudah kami sampaikan kepada semua Ketua RT dan RW,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Limo, Ahmad Ubaidillah mengatakan, terlalu riskan jika memaksakan diri untuk membuka pelayanan di kantor kelurahan. Tidak menutup kemungkinan virus Covid-19, masih singgah diseputar ruangan kantor kelurahan.

“Kami tidak mau ambil resiko, lebih baik meningkatkan kewaspadaan dari pada nanti bertambah yang terpapar,” tegasnya.

Dia menambahkan, selain mengurangi potensi penularan virus, kebijakan menutup pelayanan jika ada pegawai yang positif. Sudah menjadi keharusan yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kota maupun nasional.

“Memang protapnya seperti itu, jika ada pegawai disuatu kantor ada yang positif terpapar Covid-19. Maka, harus tutup sementara,” tandas Ubaidillah. (rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Junior Williandro