Senin, Maret 8, 2021
Beranda Utama Aturan Makan di Tempat Dilonggarkan Satu Jam Lebih Lama di Depok

Aturan Makan di Tempat Dilonggarkan Satu Jam Lebih Lama di Depok

0
Aturan Makan di Tempat Dilonggarkan Satu Jam Lebih Lama di Depok
SIDAK : Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny saat melakukan pengawasan di tempat usaha. (Foto: Istimewa)
Satpol PP Sidak
SIDAK : Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny saat melakukan pengawasan di tempat usaha. FOTO : SATPOL PP FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Di rasa masyarakat Depok masih teledor dan abai dengan protokol kesehatan (Prokes). Senin (26/1), Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperpanjangan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali hingga 8 Februari 2021. Hal itu tertuang dalam Keputusan Walikota Depok nomor 443/37/Kpts/Dinkes/Huk/2021.

Dalam aturan tersebut, tapi ada sedikit pelonggaran pada kegiatan usaha. Yang sebelumnya wajib tutup pukul 19:00 WIB. Kini dilebihkan waktunya satu jam jadi 20:00 WIB tutup.

Keputusan tersebut dituangkan Walikota Depok Mohammad Idris melalui Surat Keputusan Walikota Depok. Dalam keputusannya, Walikota Depok, Mohammad Idris telah menerbitkan tiga surat Walikota Depok dengan Nomor: 443/37/Kpts/Dinkes/Huk/2021 tentang perpanjangan kesepuluh PSBB Pra Adaptasi Baru, nomor 443/38/Kpts/Dinkes/Huk/2021, dan nomor 443/39/Kpts/Dinkes/Huk/2021 tentang perpanjangan kedelapan PAW dan PAU di Kota Depok.

“Kami melakukan perpanjangan penerapan PSBB, PAW dan PAU dengan menerbitkan tiga SK Perwal untuk landasan hukum,” ujar Idris, Selasa (26/1/2021).

Idris menjelaskan, pada perpanjangan kedelapan PAW dan PAU ada sejumlah kebijakan baru yang dikeluarkan Pemerintah Kota Depok. Pada SK Perwal nomor 443/37/Kpts/Dinkes/Huk/2021 dan SK Perwal 443/38/Kpts/Dinkes/Huk/2021 menerangkan tentang batas waktu perpanjangan PSBB, PAW dan PAU Kota Depok selama 14 hari.

“Perpanjangan PSBB, PAW, dan PAU Kota Depok di mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021, dan dapat diperpanjang berdasarkan rekomendasi Satuan Tugas Penanganan Korona Virus Disease 2019,” terang Idris.

Tidak hanya itu, perpanjangan PAW dan PAU ada kebijakan baru terkait jam operasional warga dan pelaku usaha. Pada SK Perwal nomor 443/39/Kpts/Dinkes/Huk/2021, menerangkan tentang pelayanan makan di tempat dengan kapasitas pengunjung sebesar 25 persen sampai dengan pukul 20:00 WIB. “Untuk pelayanan pelayanan dibawa pulang atau take away sampai dengan pukul 21:00 WIB,” tegas Idris dalam surat tersebut.

Diketahui sebelumnya, Walikota Depok membatasi aktivitas pelaku usaha restoran, kafe, dan mal hingga pukul 19:00 WIB. Kebijakan tersebut di ubah setelah Idris berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, terkait perkembangan penyebaran Covid-19 di kalangan masyarakat.

Sementara, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok masih menemukan 21 pemilik usaha, yang buka melebihi jam operasional saat pemberlakuan pembatasan kegiatan usaha restoran, kafe, rumah makan, warung, dan usaha sejenis. Puluhan pemilik usaha di Depok tersebut kepergok melanggar aturan jam operasional pelayanan hingga pukul 19:00 WIB, Senin (25/1).

“Seluruhnya melanggar aturan jam operasional pelayanan saat pengawasan yang kami lakukan Minggu (24/1) malam, di Jalan Margonda Raya, Jalan Kemakmuran sampai Jalan M. Yusuf, dan Jalan H. Asnawi, Beji,” kata Kasatpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny.

Sebelumnya, lanjut dia, Satpol PP sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh pemilik usaha di Kota Depok. Selain itu, juga mengingatkan untuk mematuhi aturan yang berlaku terkait jam operasional pelayanan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan usaha.

Hingga kini, masih ada beberapa pemilik usaha yang melanggar aturan tersebut. Seluruh pemilik usaha yang melanggar dikenakan sanksi berupa teguran, lisan, dan denda.

“Pemilik usaha yang melanggar dikenakan sanksi sesuai Peraturan Walikota Depok Nomor 60 Tahun 2020. Yaitu tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok, Taufiqurakhman menambahkan, terdapat sebanyak 11 pelaku usaha yang dikenakan denda. Sedangkan 20 pelaku usaha lainnya dikenalan sanksi berupa teguran tertulis.

“Sanksi berupa denda yang diberikan maksimal Rp25 juta. Tentunya sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan,” tambahnya.

Dalam hal ini selama PPKM, pembatasan jam operasional untuk kegiatan toko, pusat perbelanjaan, rumah makan, cafe dan tempat usaha lainnya hingga pukul 19:00 WIB. Khusus untuk layanan antar dapat dilakukan hingga pukul 21:00 WIB. “Untuk cafe, resto, maupun rumah makan dibatasi hingga pukul 19:00, dengan kapasitas hanya 25 persen,” pungkasnya.(hmi)

Tentang Perpanjangan Operasional Usaha :

Aturan :

  • No 443/37/Kpts/Dinkes/Huk/
  • No 443/38/Kpts/Dinkes/Huk/2021
  • No 443/39/Kpts/Dinkes/Huk/2021

Diperpanjang :

  • Senin 26 Januari-8 Februari

Inti Isi Aturan :

  • Operasional kegiatan toko, pusat perbelanjaan, dan tempat usaha atau kegiatan lainnya dibatasi hingga pukul 20:00 WIB
  • Aktivitas warga sampai pukul 21:00 WIB
  • Pasar tradisional mulai pukul 03:00-15:00 WIB

Kapasitas Penunjung :

  • Mal 50 persen
  • Tempat makan 25 persen
  • Pasar tradisonal 50 persen

Fakta dan Data Korona di Depok :

Tanggal :

  • Selasa (26/1)

Positif :

  • 185 jiwa (+389)

Sembuh :

  • 806 jiwa (+346)

Meninggal :

  • 553 jiwa (+9)

Kasus Aktif :

  • 826 jiwa (+34)

Status :

  • Zona Oranye

 

Jurnalis/Editor : Fahmi Akbar