korona di rumah sakit

korona di rumah sakit

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok tidak tinggal diam dengan terpaan Virus Korona (Covid-19), yang menghujam deras tiap harinya. Tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU pasien Covid-19 yang kian menipis, jadi perhatian pemerintah kota (Pemkot) Depok. Alhasil, direktur utama (Dirut) rumah sakit (RS) bakal dikumpulkan.

Walikota Depok, Mohammad Idris menjelaskan, terkait dengan ketersediaan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU. Saat ini, Bed Occupancy Ratio (BOR) untuk bed isolasi sudah mencapai 85 persen dan untuk bed ICU sudah mencapai 90,32 persen.

“Langkah yang sedang di ikhtiarkan adalah menambah tempat tidur isolasi dan ICU di tiap rumah sakit. Kami juga sudah mengumpulkan para direktur rumah sakit yang sudah diberi amanah menangani Covid-19, untuk membahas masalah ini,” terangnya kepada Radar Depok, Kamis (7/1).

Walikota meminta bantuan kepada Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Pusat, untuk memberikan bantuan peralatan sesuai yang dibutuhkan. Selanjutnya, terkait dengan imunisasi vaksin, walikota akan mengikuti arahan pemerintah dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Karena, mengenai sasaran siapa saja yang divaksin dan kapan waktu vaksinasi, semua diatur oleh pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Idris menjelaskan, Kota Depok sudah mempersiapkan sarana prasarana, tempat dan termasuk tenaga kesehatan untuk program vaksin ini.

“Kepada seluruh warga, agar mengikuti arahan pemerintah. Insha Allah apa yang sudah diputuskan pemerintah memberikan kebaikan dan kemaslahatan untuk kita semua,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita menuturkan, terkait dengan penambahan bed untuk kapasitas pasien Covid-19, hingga saat ini belum bisa dipastikan jumlahnya.

“Yang jelas, kami sudah melakukan koordinasi dengan rumah sakit rujukan Covid-19, agar melakukan penambahan kapasitas,” terangnya.

Penambahan bed isolasi ataupun bed ICU, juga banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Salah satunya, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Jangan sampai, penambahannya banyak tetapi tidak sesuai dengan ketersediaan SDM yang ada. Hal ini tentu akan menimbulkan permasalahan baru,” pungkasnya.