Beranda Metropolis Depok Hasilkan 10 Ton Kompos

Depok Hasilkan 10 Ton Kompos

0
Depok Hasilkan 10 Ton Kompos
INOVASI: Koordinator Unit Pengolahan Sampah (UPS) 2 Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, Heriyanto saat memberikan makan lele dengan Maggot hasil dari pengolahan sampah organik yang dipilah masyarakat. FOTO: ARNET/ RADAR DEPOK
Pengelolaan UPS Kompos Depok
INOVASI: Koordinator Unit Pengolahan Sampah (UPS) 2 Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, Heriyanto saat memberikan makan lele dengan Maggot hasil dari pengolahan sampah organik yang dipilah masyarakat. FOTO: ARNET/ RADAR DEPOK

 

RADAR DEPOK.COM, DEPOK – Sejumlah inovasi terus dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. Di antaranya, sampah organik yang masuk setiap hari ke tempat Unit Pengolahan Sampah (UPS) dan tersebar di Kota Depok mampu menghasilkan sepuluh ton kompos.

Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok, Iyay Gumilar menuturkan, upaya masyarakat memilah sampah memang terus meningkat. Ia menilai, pandemi tidak hanya berdampak negatif, tetapi juga positif. Hal tersebut dapat dilihat dari sepuluh ton kompos yang dapat dihasilkan para petugas kebersihan.

“Total ada 31 UPS di Depok, di setiap kecamatan masing-masing dua UPS. Dari semuanya dapat menghasilkan 10 ton kompos, itu berkat upaya masyarakat yang aktif memilah sampah,” terang Iyay kepada Radar Depok, Minggu (24/1).

Setiap kompos yang masuk diberikan kepada masyarakat, sehingga siapa pun warga yang berminat bisa mampir diberbagai UPS yang ada di wilayahnya. Selain itu, kompos juga disebar ke berbagai Taman Kota dan lainnya untuk memberi  kehidupan kepada tanaman dan tumbuhan yang ada.

Iyay melanjutkan, kemungkinan ada peningkatan volume sampah sejak diterapkannya Work From Home (WFH), karena memang di setiap UPS mampu mengelola sampah organik sampai tiga ton setiap harinya. “Kemungkinan iya ada penambahan sampah. Jadi sekitar 60 ton sampah organik dikelola seluruh UPS,” jelas Iyay.

Masyarakat diminta untuk terus aktif dalam memilah sampah, bagi yang sudah memilah diharapkan lebih ditingkatkan serta mengajak sekelilingnya rajin memilah. Upaya paling efektif dalam menangani sampah harus dimulai dari sumber sampah itu sendiri, yaitu sampah rumah tangga.

Terpisah, Koordiantor UPS 2 Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, Heriyanto mengatakan, setiap hari ada sekitar tiga ton sampah yang masuk ke UPS. Setiap sampah diproses pengeringan terlebih dahulu sebelum dikelola menjadi kompos.

“Ada setiap RW ambil kompos di sini untuk menanam di lingkungannya. Itu memang kami wajibkan biar lingkungannya indah,” tutur Heriyanto kepada Radar Depok.

UPS yang dikelolanya menaungi dua kecamatan yaitu Sukmajaya dan sebagian Cilodong. Menurutnya terdapat dua UPS di Jalan Merdeka yang ada di kawasan Sukmajaya secara aktif menjadikan sampah organik menjadi kompos.

“Kuncinya cuma ada di pemilahan sampah dari kesadaran masyarakat yang menjadi penghasil sampah setiap harinya. Bahkan saya bisa sosialisasi seminggu sampai empat kali, datang ke lingkungan atau RW,” tandasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR