DISKUSI : Tangkapan layar saat pertemuan daring yang diikuti Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Walikota Depok, Mohammad Idris, serta Ketua Umum (Ketum) DPD PKS Kota Depok yang juga Wakil Walikota Terpilih pada Pilkada Depok 2020, Imam Budi Hartono, Jumat (22/01). Ist
DISKUSI : Tangkapan layar saat pertemuan daring yang diikuti Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Walikota Depok, Mohammad Idris, serta Ketua Umum (Ketum) DPD PKS Kota Depok yang juga Wakil Walikota Terpilih pada Pilkada Depok 2020, Imam Budi Hartono, Jumat (22/01). Ist

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok melakukan penjajakan untuk menjalin kemitraan strategis dengan Republik Turki, baik di bidang perdagangan, investasi hingga pengenalan budaya.

Bahkan, dalam pertemuan daring yang diikuti Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Walikota Depok, Mohammad Idris, serta Ketua Umum (Ketum) DPD PKS Kota Depok yang juga Wakil Walikota Terpilih pada Pilkada Depok 2020, Imam Budi Hartono, Jumat (22/01), juga terlontar wacana mendirikan Kampung Turki di kota sejuta maulid.

“Kampung Turki juga akan mempererat kerja sama investasi dan perdagangan dengan Turki,” kata Imam Budi Hartono saat dihubungi Radar Depok melalui nomor gawai pribadinya.

Untuk merealisasikan wacana tersebut, Pemkot Depok berencana mengundang perusahaan Turki dan yayasan Turki untuk berkolaborasi mendirikan kampung Turki di Depok. Pasangan yang baru sehari ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih itu juga menjajaki kerja sama investasi melalui Kedutaan Indonesia di Turki, antara lain kerja sama pembangunan infrastruktur maupun kawasan industri di kota Depok.

“Depok mengalami ledakan penduduk.  Sehingga perlu layanan publik dan infrastruktur yang baik,” kata Walikota Depok Muhammad Idris.

Sedangkan di sektor perdagangan dengan Turki, pemerintah kota Depok menawarkan ekspor ikan hias dari kota itu yang selama ini sudah menembus pasar Eropa.

Pada tahun ini, kata Idris, ekonomi Depok diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen, dan pada 2022 dan 2023 di kisaran 6 persen – 7 persen.

“Ekonomi Depok banyak didorong oleh industri pengolahan dan jasa,” kata Idris.

Menanggapi hal tersebut, Lalu Muhamad Iqbal menyambut positif inisiatif dari Pemkot Depok yang menjajaki kerja sama.

“Kami juga berkepentingan agar perdagangan Indonesia dengan Turki meningkat sehingga bisa surplus,” kata Lalu.

Lalu meminta Pemkot Depok untuk menyiapkan proyek infrastruktur maupun kawasan industri yang sudah siap guna ditawarkan kepada investor Turki, melalui skema kerjasama pemerintah-swata atau ‘public private partnership’ dan skema lainnya.

Sedangkan, pada bidang ekspor, Lalu mengatakan akan membantu eksportir dari Depok dengan layanan analisis pasar Turki.

“Siapkan dulu komoditasnya, kami akan berikan analisis pasar, prosesnya sekitar dua minggu,” ucap Lalu. (cky)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah