siaga satu virus korona kota depok

siaga satu virus korona kota depok

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ini sudah tidak main-main dalam menyikapinya. Akibat empat minggu secara beruntun berstatus zona merah atau paparan selalu tinggi. Selasa (5/1), Kota Depok bersama Kabupaten Karawang kini masuk status siaga satu Virus Korona (Covid-19).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Kota Depok dan Kabupaten Karawang berstatus Siaga Satu. Status tersebut melekat lantaran dua wilayah tersebut sudah sebulan berada di zona merah dalam peta risiko penularan COVID-19. “Kami siaga 1 di dua daerah, yaitu di Depok dan Karawang. Itu sudah empat minggu zona merah terus dalam catatan kami,” kata Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil-, Selasa (5/1).

Kang Emil meminta, bantuan kepada Kepolisian dan Kodam Metro Jaya untuk membantu institusi serupa di Jawa Barat, dalam penanganan Covid-19 di Kota Depok. Sementara, Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kodam III Siliwangi, dia memerintahkan akan menangani langsung penanganan Covid-19.

“Karena keterisian ruang isolasinya juga sudah darurat, di Karawang keterisiannya sudah 110 persen. Jadi, ini mungkin rekor terburuk yang pernah kita ada. Sehingga, harus kita lakukan upaya-upaya luar biasa,” ujar Kang Kamil dalam keterangan pers di Kantor Gubernur Jawa Barat, Bandung.

Status zona kesiagaan Covid-19 di daerah lain naik turun, hilang berganti. Tetapi dari awal Desember 2020 hingga Januari 2021, Depok masih zona merah dan Karawang zona merah.

Di enam gedung milik negara di antaranya milik tentara dan polisi, kini sudah mulai terisi oleh pasien Covid-19. Hal itu menurut Ridwan Kamil harus diwaspadai.

Selain Kota Depok dan Kabupaten Karawang yang masuk kategori zona merah, Kabupaten Cirebon yang tadinya zona oranye pun menjadi merah. Kota Bekasi naik kembali ke zona merah yang tadinya oranye, serta Kota Tasikmalaya yang dua pekan berturut-turut masuk zona merah.

Perlu diketahui, pantas saja Kota Depok terus masuk zona merah. Selasa (5/1) saja, virus mematikan ini kembali menulari 342 jiwa. Dengan adanya penambahan tersebut artinya jika dikomulatifkan warga yang terpapar positif sudah mencapai 18.514 jiwa. Bukan hanya yang positif, kasus meninggal juga ada penambahan signifikan.