Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Metropolis Depok Tanpa Daging Sampai Jumat, Kemarin Jual Sisa Daging

Depok Tanpa Daging Sampai Jumat, Kemarin Jual Sisa Daging

0
Depok Tanpa Daging Sampai Jumat, Kemarin Jual Sisa Daging
ARNET/RADARDEPOK SIDAK PEDAGANG SAPI : Kepala DKPPP Kota Depok, Diah sadiah saat melakukan monitoring para pedagang daging sapi di salah satu Pasar Tradisional Kota Depok, Rabu (20/01)
daging sapi mahal
SIDAK PEDAGANG SAPI : Kepala DKPPP Kota Depok, Diah sadiah saat melakukan monitoring para pedagang daging sapi di salah satu Pasar Tradisional Kota Depok, Rabu (20/01). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Di beberapa pasar tradisional di Kota Depok, memang masih ada pedagang daging sapi yang berjualan, Rabu (20/1). Tapi, pedagang berjualan karena sedang menghabiskan stok daging sisa hari sebelumnya. Penjual selanjutnya, mogok massal hingga Jumat (22/1).

Pedagang daging di Pasar Cisalak, Sugino mengatakan, aksi mogok pedagang daging merupakan bentuk kekompakan, atas kenaikan harga daging di rumah pemotongan daging. Rencananya, aksi mogok akan dilaksanakan selama tiga hari.

“Mogoknya tiga hari mulai hari ini hingga Jumat,” ujar Sugino.

Sugino menjelaskan, aksi mogok yang dilakukan pedagang daging sebagai bentuk protes atas kenaikan daging. Pangkalan atau di tempat rumah pemotongan hewan menjual daging sapi sebesar Rp95 ribu per kilogram. Harga tersebut terbilang tinggi, karena daging yang berasal dari pemotongan masih berikut tulang sehingga bukan daging utuh.

“Dari sana Rp95 ribu per kilogram itu juga dagingnya masih menyatu dengan tulang dan gajih belum daging utuh,” terang Sugino.

Sugino menuturkan, apabila harga daging sapi sebesar Rp95 ribu per kilogram dan ditambah ongkos produksi mulai dan pembiayaan lainnya diperkirakan mencapai Rp120 ribu per kilogram. Sugino mengaku, tidak akan mungkin menjual daging kepada konsumen atau masyarakat dengan harga lebih dari Rp120 ribu.

“Sedangkan saat ini harga daging Rp120 ribu per kilogram dan tidak mungkin menaikkan harga di tengah pandemik, nanti malah konsumen tidak ada yang mau membeli daging yang kami jual,” ucap Sugino.

Kepala UPT Cisalak Pasar, Sustisna menyebut, banyak pedagang daging di Pasar Cisalak yang menutup lapak dagangannya. Penutupan tersebut berkaitan dengan aksi mogok pedagang daging, yang mengeluhkan kenaikan harga daging di tempat pemotongan.

“Iya pedagang daging pada mogok berjualan tadi sudah kami monitoring,” ucap Sutisna.

Sutisna menuturkan, UPT Cisalak Pasar menyediakan 60 kios untuk pedagang daging sapi. Namun, hanya 15 kios pedagang daging yang masih melakukan aktivitas berjualan. “45 pedagang daging menutup kiosnya,” kata Sutisna.

Di lokasi berbeda Kepala UPT Pasar Agung, Biher Purba mengungkapkan, masih ada enam pedagang hari ini yang buka, mereka buka karena masih ada sisa daging. Pedagang menutup dagangannya bukan semata karena adanya surat edaran yang mengistruksikan mogok operasi. Dari sepuluh pedagang daging sapi yang terdaftar di UPT Pasar Agung, empat diantara tidak beroperasi saat ini.

“Jadi pedagang tutup memang karena pembelinya tidak ada. Ini masih pandemi, dampaknya masih terasa, jadi tidak semua pembeli sanggup membeli daging,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, Diah sadiah. Diah memastikan secara langsung bahwa aktivitas pedagang daging sapi masih ada di beberapa pasar tradisional, seperti Pasar Cisalak dan Pasar Sukatani.

Kami sudah melakukan pengecekan dan monitoring tadi pagi. Kami cek asal usul daging dari mana, dan semuanya dari RPH Tapos, yang dapat dipastikan aman,” terangnya saat dikonfirmasi.

Dia juga mengatakan, masih ada aktivitas pemotongan hewan di RPH, ada sebanyak 17 sapi Bx atau yang biasa dikenal Brahman Cross, dan ada sembilan ekor sapi lokal. Adapun tujuan pengecekan diharapkan, agar daging yang di jual dalam kondisi aman dikonsumsi dan kecukupan penyediaan asal hewan yang Halal Aman Utuh dan Sehat (HAUS) tersedia di pasaran.

Kami tetap berkoordinasi dengan para pemotong untuk melaksanakan aktivitasnya di RPH, guna penyediaan pangan asal hewan bagi masyarakat. Hari ini (Kemarin) pun kita tetap standby memfasilitasi pemotongan di RPH dan melakukan monitoring di beberapa TPH di kota depok,” tegas Diah.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok, Zamrowi Hasan menambahkan, dari koordinasi yang dilakukan dengan para pihak UPT pasar tradisional di Kota Depok, sampai saat ini pedagang masih membuka dagangannya, meski ada beberapa yang tutup.

Kalau informasi yang kami terima memang kenaikan terjadi karena stok dan suplay daging sapi berkurang, sehingga terjadi hal seperti ini,” terangnya.

Dari daftar harga terkini, Rabu (20/1) yang disampaikan Disperindag Kota Depok, harga di Pasar Cisalak untuk daging sapi murni menginjak angka Rp115 ribu perkilo, lalu di Pasar Sukatani daging sapi murni seharga Rp120 ribu perkilo. Sama halnya dengan harga di Pasar Agung untuk daging sapi murni Rp120 ribu perkilo.(rd/arn)

Jurnalis :Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar