potongan uang bansos depok
DISUNAT : Warga RW21 Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya  menerima BST yang harusnya Rp300 ribu, tetapi yang didapati hanya Rp250 ribu, Minggu (17/01). FOTO : ISTIMEWA
potongan uang bansos depok
DISUNAT : Warga RW21 Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya  menerima BST yang harusnya Rp300 ribu, tetapi yang didapati hanya Rp250 ribu, Minggu (17/01). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kelakuan oknum RW yang satu ini ada-ada saja. Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang seharusnya diterima warga Rp300 ribu, malah dipotong Rp50 ribu. Jadi, warga yang menerima di RW21 Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya hanya Rp250 ribu. Alasan pemotongan, ingin berbagi.

Warga RT5/21 Baktijaya, Hamdan mengaku, warga di RT5  resah akibat banyaknya potongan bantuan sosial sebesar Rp50 ribu. Warga melaporkan kejadian tersebut kepada dirinya.

“Jadi begini, kalau ada yang ngotot dia (Ketua RW) gak berani. Nah, kebanyakan ibu-ibu yang gak berani ngotot jadinya laporan ke saya. Kalau dia ngomongnya untuk berbagi, gak tau untuk siapa,” resahnya kepada Radar Depok, Minggu (17/01).

Sementara itu, warga RT4/21 Baktijaya, Nursiah mengatakan, saat pembagian bantuan tersebut, Ketua RW mengatakan memberi seikhlasnya. Namun, saat dia hendak memberi dengan nominal Rp20 ribu, istri dari ketua RW menyebutkan minimal nominalnya yakni Rp50 ribu.

“Saya mau taruh (uang) Rp20 ribu, kata bu RW minimal Rp50 ribu, alasannya sih mau kasih berkah doorprize mantan RT,” jelasnya.

Sementara itu, Udin, warga RT4/21 yang baru saja dapat bantuan tersebut untuk pertama kalinya, mengaku kaget. Karena pernyataan dari Ketua RT3 dan RW21 itu seikhlasnya, tetapi tidak sesuai dengan omongan.

“Alasannya buat peremajaan RT, dia bilang seikhlasnya, saya bahkan minjem duit Rp20 ribu untuk menyumbang ke toples. Saya kalau seikhlasnya tenang deh, yang masalahnya itu Rp50 ribu itu,” bebernya.

Di tempat yang berbeda, Asmat Solihin yang juga warga RT4 mengaku, tidak dipotong lantaran dirinya bersih keras dan ngotot kepada Ketua RW21. Kalau mau dipotong dia maunya dipotret ulang bantuan yang sudah dipotong.

“Saya ambil jam 1-an siang di rumah RW, jadi itu duit kan di streples Rp300 ribu. Nah duitnya diambil sama RW dan ditukerin, kemudian Rp50 ribu dimasukin ke toples sama dia. Saya gak mau karena sudah di foto Rp300 ribu, akhirnya saya gak dipotong bantuannya,” terang dia.