Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Metropolis Disdik Depok Launching Channel Youtube

Disdik Depok Launching Channel Youtube

0
Disdik Depok Launching Channel Youtube
LAUCHING: Walikota Depok melauching chanel Youtube Dinas Pendidikan Kota Depok di Lantai 10 Gedung Dibaleka II, Kota Depok, Senin (18/01). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK
peresmian youtube disdik depok
LAUCHING : Walikota Depok melauching chanel Youtube Dinas Pendidikan Kota Depok di Lantai 10 Gedung Dibaleka II, Kota Depok, Senin (18/01). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pandemi Covid-19 belum juga reda sampai detik ini. Demi memuluskan ilmu tetap terserap selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Senin (18/1), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok memberi sesuatu yang baru bagi siswa-siswi. Caranya, dengan melaunching Youtube Channel Dinas Pendidikan.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, launchingnya channel Youtube Disdik adalah berdasarkan latar belakang masukan, dan keluhan dari siswa melalui komite sekolah. Yang seringkali mengeluh akan kendala saat sekolah daring, seperti aplikasi zoom yang sering terkendala.

“Jadi, ada masalah di sinyal atau lainnya yang membuat penjelasan hilang. Sehingga banyak pelajaran yang tidak dipahami. Akhirnya, dibuatlah channel Youtube yang berisi pelajaran bagi mereka,” tuturnya kepada Radar Depok, Senin (18/01).

Akhirnya, tercetuslah ide untuk membuat channel Youtube yang nantinya bisa diakses kapan saja, dan tentunya videonya bisa disimpan. Jadi bisa memudahkan siswa dan juga guru.

“Diharapkan, dengan kehadiran channel Youtube ini bisa membangkitkan semangat siswa dalam belajar. Dan siswa bisa semakin mengerti setiap pembelajarannya,” ungkap Idris.

Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, untuk meningkatkan proses pembelajaran yang masih dilaksanakan secara daring, pihaknya membuat inovasi baru dengan membuat channel Youtube.

“Alhamdulillah di situasi ini kami ada inovasi pembelajaran, yang memang awalnya digagas oleh Pak Walikota,” tuturnya kepada Radar Depok, Senin (18/01).

Lanjutnya, ada beberapa inovasi lain selain membuat channel Youtube, antaralain, menggagas inovasi yang bisa bersinergi dengan instansi terkait. Inovasi yang dilakukan bekerjasama dengan DPAPMK, seperti adanya layanan rumah konsul di Pusgawa untuk siswa dan juga orangtua.

Kemudian, terdapat klinik belajar yang ada di satuan pendidikan. Hal tersebut berguna untuk anak yang menginginkan penanganan khusus.

“Itu adanya di sekolah masing-masing. Tapi tentu tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.