dewan sorot kali laya
KETERLAMBATAN : Pekerja Penurapan Kali Laya saat sedang berjibaku mengerjakan penyelesaian akhir proyek pekerjaan turap Kali Laya yang sudah lewat dari waktu yang ditentukan, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
dewan sorot kali laya
KETERLAMBATAN : Pekerja Penurapan Kali Laya saat sedang berjibaku mengerjakan penyelesaian akhir proyek pekerjaan turap Kali Laya yang sudah lewat dari waktu yang ditentukan, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sejumlah pembangunan infrastruktur di Kota Depok yang bernilai satu miliar ke atas, siap-siap disidak anggota dewan. Tujuannya, demi menjaga kualitas pengerjaan yang masih berjalan. Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Depok, Edi Masturo. Minggu (3/1).

“Jika ditemukan dugaan penyimpangan di lapangan, berarti Ini menyatakan masih lemah fungsinya pengawasan dari Dinas dan bisa berdampak penyimpangan, salah satunya dugaan penurapan pekerjaan Kali Laya yang menelan anggaran Rp1,5 miliar,” tegas Edi.

Dalam waktu dekat, Edi menyampaikan akan melakukan sidak pada pekerjaan turap Kali Laya, yang diduga adanya penyimpangan, sehingga sampai awal tahun ini belum rampung dikerjakan.

“Pasti kami akan ke lapangan, melihat dan mengecek langsung kondisi serta kualitasnya. Tak hanya itu, kita akan minta penjelasan ke dinas, bagaimana sistem administrasinya,” tegasnya.

Edi melanjutkan, DPRD juga akan meminta penjelasan terkait penyimpangan kegiatan proyek kendati telah dilakukan potongan pembayaran lantaran adanya temuan ketidaksamaan kerja proyek setelah dilakukan Final Hand Over (FHO) dari Dinas PUPR pada 28 Desember lalu.

Sifat abai yang dilakukan pengawas dari Dinas terkait dalam perencanaan dan pengawasan, juga disampaikan Ketua DPD LPM Kota Depok, Yusra Amir. Sistem kerja proyek yang asal jadi membuat hasil pekerjaan menjadi tidak sesuai dari ketentuan yang berlaku.

“Saya akui itu. Inti pentingnya ada perencanaan dan pengawasan. Jadi apa yang direncanakan sudah sesuai dari segala aspeknya, nah itu dapat efektif saat pengawasan,” ungkap Yusra.

Menurutnya, dinas terkait wajib memaksimalkan kedua unsur tersebut, agar pembangunan di Depok dapat berjalan maksimal, mulai dari segi kualitas material sampai pada keselamatan serta kesehatan pekerja.

Diketahui, dari informasi yang dihimpun, seharusnya penurapan Kali Laya sudah harus rampung pada 19 Desember 2020, namun pada tanggal 28 Desember 2020 masih berlangsung dengan tahap pengecekan akhir.

Nilai pekerjaan penurapan Kali Laya sendiri menelan anggaran sekitar Rp1,5 miliar, dengan waktu pelaksanaan dari 19 November 2020 hingga 19 Desember 2020, atau sekitar 30 hari kalender. Pelaksana pekerjaan dilakukan CV. Marshada, dan konsultan supervisi PT Ardia Mandiri. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya