gedung IPB berduka
ILUSTRASI
gedung IPB berduka
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, BOGOR – Civitas akademika IPB University kembali berduka di tengah pandemi Covid-19. Musababnya, tiga dosen meninggal dalam kurun waktu dua hari. Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti menerangkan, Dosen dari Fakultas MIPA, Kiagus Dahlan meninggal pada Senin (4/1) lalu. Disusul dua dosen lainnya, Mukjizat Kawaroe (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) dan Prof Kukuh Murtilaksono (Fakuktas Pertanian), pada hari berikutnya.

“Salah satu dari ketiga dosen itu sempat dirawat karena Covid-19. Rasa duka sedalam-dalamnya kami sampaikan untuk keluarga masing-masing. Doa terbaik kami semoga amal ibadah beliau bertiga diterima di sisi Allah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Yatri.

Dia menyebutkan, ketiga dosen itu merupakan sosok yang cukup penting dalam dunia pendidikan di IPB. Kiagus Dahlan kerap meneliti dan aktif menghasilkan karya. Salah satunya, ia berhasil mengembangkan biomaterial keramik kalsium fosfat berbahan dasar limbah cangkang telur.

Penelitian itu bahkan sempat mengantarkannya sebagai inovator dalam 102 dan 106 Inovasi Indonesia versi Business Innovation Center (BIC) –Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada tahun 2010 dan 2014.

“Sedangkan, Mukjizat Kawaroe adalah ahli Biologi Laut yang penelitiannya terkait ekotipologi mangrove dan lamun, biologi reproduksi hewan laut, biodiversitas dan konservasi laut, rehabilitasi dan pengelolaan ekosistem mangrove dan lamun. Ia dan tim telah memiliki 13 jenis mikroalga potensial untuk bioenergi,” paparnya.

Sementara itu, Prof Kukuh Murtilaksono adalah pakar konservasi tanah dan air serta pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Alumnus doktor University of the Philippine at Los Banos ini dinilai banyak melakukan riset dengan melibatkan keilmuan fisika tanah, kimia fisik koloid tanah, sumberdaya fisik wilayah, kebijakan pengelolaan DAS, serta mitigasi bencana kerusakan lahan.

Yatri juga meluruskan terkait informasi yang beredar terkait adanya lockdown di IPB gara-gara meninggalnya tiga dosen tersebut. Dia mengatakan, sejak pandemi IPB menerapkan pembatasan masuk kampus.

“Tidak lockdown. Sejak pandemi kami partially close down. Sekali waktu kami berlakukan relaksasi, tapi kalau Pemda memberlakukan PSBB, maka kami juga mengikuti,” beber dia.