Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Utama Dukungan Tolak Galon Sekali Pakai Terus Mengalir

Dukungan Tolak Galon Sekali Pakai Terus Mengalir

0
Dukungan Tolak Galon Sekali Pakai Terus Mengalir
ILUSTRASI : BPOM Republik Indonesia menyatakan bahwa Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) layak dan aman untuk di konsumsi. FOTO : ISTIMEWA
galon sekali pakai
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dukungan petisi tolak galon sekali pakai terus mengalir dari masyarakat. Sampai saat ini sudah ada 27 ribu masyarakat menandatandatangani dukungan tersebut  di Change.org.

Penolakan tersebut sebagai upaya nyata dalam pengurangan sampah plastik. Sehingga  diproduksinya kemasan galon sekali pakai, sangat jelas tidak membantu dalam melestarikan lingkungan, langkah tersebut dipandang sebagai ketidak pedulian industri terhadap permasalahan yang saat ini.

Tak hanya LSM dan aktivis pegiat lingkungan yang keras bersuara, dua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Bekasi, Elhan dan Helfia pun berani beropini. Melalui platform Change.org, keduanya menggagas petisi “tolak galon sekali” pakai pada November 2020. Terhitung per 18 Januari, setidaknya sudah 27 ribu partisipan telah menandatangani petisi  ini.

“Ketika ada perusahaan yang membuat galon sekali pakai, ini merugikan dan justru tidak menghargai upaya pengurangan sampah,” ujar Elhan.

Hal itu yang melatarbelakangi dirinya dalam menggagas petisi yang ditujukan kepada market leader produk galon sekali pakai tersebut. Keberaniannya mendapat dukungan dari banyak pihak sekaligus menempatkan kedua remaja ini menjadi sasaran.

Diakuibya, tak sedikit mendapat tudingan negatif dari pengguna media sosial. Meski demikian, namun ia mengaku tak gentar sebab upaya tolak plastik sekali pakai adalah kampanye yang telah lebih dulu ada dan harus senantiasa digaungkan.

“Dalam menggagas  gerakan ini kami berbicara atas nama alam dan lingkungan, agar kedepannya lingkungan yang kita tempati dapat lebih bersih dan bebas dari sampah plastik yang tersebar dimana-mana,” lanjut Elhan.

Jika berkaca pada data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), apa yang dikhawatirkan Elhan dan Helvia tentu saja tak berlebihan. sebab kementrian trrsebut memprediksi, timbunan sampah di Indonesia mencapai 67,8 juta ton dan jumlahnya kemungkinan akan terus bertambah.

“Jumlah timbunan sampah yang sangat besar, kira-kira 67,8 juta ton pada tahun 2020. Kelihatannya akan terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan dengan semakin membaiknya tingkat kesejahteraan,” ujar Menteri KLHK Siti Nurbaya, media 2020.

Terbukti, pada 1 Januari 2021 publik digegerkan dengan temuan dalam aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Kuta. Sekitar 30 ton sampah diangkut dari kawasan Pantai Kuta dalam kegiatan yang melibatkan personel TNI dan Polri, anggota Pramuka, masyarakat sekitar Badung dan aparat instansi pemerintah. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya