Minggu, Maret 7, 2021
Beranda Utama Emil: Depok Terburuk dalam Prokes Menjaga Jarak

Emil: Depok Terburuk dalam Prokes Menjaga Jarak

0
Emil: Depok Terburuk dalam Prokes Menjaga Jarak
BERI PENJELASAN: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberikan penjelasan soal sepekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), di Makodam III Siliwangi, Bandung, Senin (18/01). FOTO : DOK. PENDAM III/SILIWANGI
ridwan kamil tentang PPKM
BERI PENJELASAN : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberikan penjelasan soal sepekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), di Makodam III Siliwangi, Bandung, Senin (18/01). FOTO : DOK. PENDAM III/SILIWANGI

 

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – Sepekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Barat diklaim sukses. Klaim itu didasarkan pada tingkat kedisiplinan warga dalam menerapkan 3M yang dinilai meningkat. Namun, Pemprov Jabar mengakui, masih kebingungan mengevaluasi pertumbuhan kasus positif Covid-19. Kendalanya, sinkronisasi data.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengklaim, Jawa Barat diapresiasi pemerintah pusat karena keberhasilan pelaksanaan PPKM, khususnya peningkatan kedisiplinan warga terkait protokol kesehatan (prokes).

“PPKM sudah dievaluasi oleh pak Luhut kemarin. Jabar diapresiasi untuk peningkatan kedisplinan termasuk terbaik di Jawa dan Bali,” kata Emil sapaan Ridwan Kamil, di Makodam III Siliwangi, Bandung, Senin (18/01).

Emil menjelaskan, secara itungan, sebelum PPKM tingkat kedisiplinan warga dalam menjalankan prokes berkisar di 50 persen. Pada pekan pertama PPKM, angka itu naik menjadi 60-70 persen.

Emil mengumumkan, daerah yang paling patuh memakai masker adalah Kota Bekasi, dan yang paling tidak patuh adalah kabupaten Tasikmalaya. Sementara, perihal menjaga jarak, terbaik adalah Kota Bekasi, terburuk Kota Depok.

“Kami punya metode menghitung kedisiplinan warga itu yang 3M dibagi dua, menjaga jarak dan memakai masker, itu dilakukan oleh tim dari Satpol PP, TNI, Polri,” terangnya.

Namun, pihak Pemprov Jabar belum dapat menyatakan dengan tegas apakah PPKM berhasil menekan angka pertumbuhan kasus atau tidak. Emil berkilah, data kasus sebelum dan setelah PPKM masih tercampur, karenanya harus dipisahkan.

“Saya juga sedang mengomunikasikan via pak Sekda, ini menganalisis kasus aktifnya kalau bisa dipisahkan mana yang masa lalu dan real time hari PPKM. Kalau menganalisis PPKM dengan data lama, maka jadi kan gak fair, seolah banyak padahal tidak. Ini sedang diperbaiki,” katanya.

Di samping itu, Emil menyampaikan, pada pekan pertama PPKM zona merah pun tak berkurang dari pekan sebelumnya, yakni enam daerah.

“Yang paling parah adalah Kabupaten Karawang dan Kota Depok karena menjadi zona merah selama enam minggu berturut-turut,” tuturnya.