Beranda Utama Es Mencair, Muncul Ratusan Jenazah Utuh di Gunung Everest

Es Mencair, Muncul Ratusan Jenazah Utuh di Gunung Everest

0
Es Mencair, Muncul Ratusan Jenazah Utuh di Gunung Everest
Bermunculan jenazah-jenazah dari balik es yang mencair di Gunung Everest.
jenazah gunung everest
Bermunculan jenazah-jenazah dari balik es yang mencair di Gunung Everest.

 

RADARDEPOK.COM, EVEREST – Gunung Everest terus meleleh, sampai akhirnya jasad-jasad pendaki gunung yang selama ini hilang, kini bermunculan.

Hal itu bisa membawa masalah baru dan mengancam kehidupan manusia. Karena, keberadaan jasad-jasad di Gunung Everest ternyata tidak hanya membawa kisah memilukan. Tapi, juga menyimpan bahaya bagi umat manusia.

Ancaman ini menyeruak seiring semakin besarnya dampak pemanasan global di Gunung Everest.

Salah satu hal unik sekaligus mengerikan dari Gunung Everest, adalah keberadaan jasad-jasad pendaki yang meninggal. Bahkan, banyak jasad yang saat ditemukan kembali dalam keadaan utuh, dan mereka disebut sebagai ‘Jasad-jasad Abadi’.

Pencairan gletser yang disebabkan oleh pemanasan global tersebut menguak sisa-sisa apapun yang terkubur di bawah es, termasuk jenazah-jenazah para pendaki yang meninggal.

Operator ekspedisi Himalaya menuturkan, setidaknya ratusan orang telah tewas sejak tahun 1990-an saat mereka mencoba mendaki gunung tersebut. Sebagian besar mayat diyakini masih terkubur di bawah salju.

Sekarang, berkat gletser yang mencair karena perubahan iklim, semua yang terkubur di bawah es mulai muncul ke permukaan.

“Karena pemanasan global, lapisan es dan gletser mencair dengan cepat,” kata Ang Tshering Sherpa, mantan presiden Asosiasi Pendaki Gunung Nepal.

Masyarakat setempat pun masih berjibaku mengatasi masalah ini.

Pasalnya, pemerintah Nepal juga tidak tahu bagaimana cara menanganinya.

Masyarakat akhirnya memilih mengambil tindakan dengan membawa turun sebagian besar jenazah ke kota.

Namun, ini tidak bisa dilakukan untuk semua jenazah. Sebab perlu biaya tak sedikit untuk mengurus mereka, antara 40.000-80.000 dollar AS (sekitar Rp 572 juta-1,145 miliar).