Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Utama Fakta Hukuman Kebiri Kimia yang Diberlakukan di Indonesia

Fakta Hukuman Kebiri Kimia yang Diberlakukan di Indonesia

0
Fakta Hukuman Kebiri Kimia yang Diberlakukan di Indonesia
ILUSTRASI
suntikan kebiri
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM – Peraturan Pemerintah (PP) Kebiri untuk Predator Seksual ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 7 Desember 2020. Didalam PP Nomor 70 Tahun 2020 tersebut, dibahas Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

Regulasi tersebut diperuntukkan bagi pelaku kekerasan seksual, pencabulan, maupun tindakan ancaman kekerasan seksual terhadap anak. Hukuman bagi predator seksual anak adalah tindakan kebiri kimia yang sebelumnya telah melalui tahapan klinis, kesimpulan, hingga pelaksanannya.

Lalu, apa yang dimaksud dengan kebiri kimia?

Dikutip dari The Sun, kebiri kimia atau chemical castration adalah prosedur medis yang dilakukan untuk menekan dorongan seksual dan menghentikannya datang kembali.

Jadi di kebiri kimia dimaksudkan dengan menurunkan hasrat seksual dan libido menggunakan obat-obatan anafrodisiak. Hal itu berpengaruh dalam jangka waktu minimal selama tiga sampai lima tahun.

Kebiri kimia telah diuji coba di Swedia, Denmark dan Kanada. Sementara itu, Skandinavia menunjukkan bukti bahwa tindakan ini dapat menekan terjadinya kasus kembali dari 40 persen menjadi lima persen. Namun di banyak tempat, kebiri kimia masih menjadi kontroversi.

Kebiri kimia berbeda dengan kebiri melalui pembedahan yang melibatkan pengangkatan alat kelamin, dan sterilisasi dalam perawatan secara berkala. NCBI mencatat efek samping yang parah pada orang yang dikebiri kimia.

Kebiri kimiawi umumnya dilakukan dengan menyuntikkan obat setiap tiga bulan sekali, dan beberapa obat yang disuntikkan selama setahun. Leuprorelin adalah salah satu obat kebiri kimia yang digunakan untuk mengatasi kesulitan dalam mengendalikan gairah seksual, fantasi atau dorongan seksual yang mengganggu, sadisme atau kecenderungan seksual berbahaya lainnya.