Walikota Depok Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono.
Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono. IST

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah tertunda, akhirnya hari ini Kamis (21/01), KPU Kota Depok menggelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Terpilih pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Wali-Wawali) Kota Depok 2020, yakni Mohammad Idris-Imam Budi Hartono di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji.

Pasalnya, pada 20 Januari 2020, KPU Kota Depok telah menerima Surat dari KPU RI perihal Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pemilihan Serentak Tahun 2020 dengan nomor 60/PL.02.7-SD/03/KPU/I/2021 yang ditandatangani Plt. Ketua KPU RI, Ilham Saputra.

“Alhamdulillah, akhirnya yang kita tunggu-tunggu datang juga. Surat dari KPU RI perihal Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pemilihan Serentak Tahun 2020 sudah kami terima,” kata Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna kepada Radar Depok, Rabu (20/01) malam.

Ia menerangkan, dalam salinan surat KPU RI sebanyak 25 lembar tersebut, KPU telah menerima Surat Panitera Mahkamah Konstitusi Nomor 165/PAN.MK/01/2021 TANGGAL 20 Januari 2021 Perihal keterangan perkara PHP-Gub/Kab/Kot Tahun 2021 yang diregister Mahkamah Konstitusi beserta lampirannya.

Kemudian, KPU telah menerima Surat Panitera Mahkamah Konstitusi perihal penyampaian Salinan Permohonan untuk masing-masing KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota melalui email tanggal 19 Januari 2021.

“Bagi daerah yang terdapat permohonan perselisihan hasil pemilihan ke MK, akan ada tindaklanjut. Sementara, bagi yang tidak terdapat permohonan perselisihan hasil pemilihan, maka pelaksanaan penetapan pasangan calon dilakukan paling lama lima hari setelah MK secara resmi memberitahukan KPU tidak adanya permohonan hasil perselisihan. Alhamdulillah, Kota Depok termasuk yang tidak ada,” papar Nana.

Untuk itu, sambung Nana, setelah mendapatkan surat dari KPU RI tersebut, KPU Kota Depok kembali menjadwalkan tahapan Penetapan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih pada Pilkada Depok 2020 pada Kamis (21/01).

“Insha Allah tetap di Hotel Bumi Wiyata, agendanya kita laksanakan pukul 13.00 WIB sampai selesai,” katanya.

Namun, Nana pun memohon maaf, karena undangan pada agenda tersebut terbatas. Sebab, pihaknya harus menyesuaikan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga, undangan hanya pasangan calon dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Sementara, bagi awak media, pihaknya menyiapkan fasilitas live streaming.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya dan mohon maklum, jika tidak bisa mengundang sesuai dengan kapasitas ruangan. Bagi teman-teman media yang ingin meliput pun kami siapkan live streaming saja,” ucap Nana. (rd/cky)

 

Jurnalis: Ricky Juliansyah

Editor: M. Agung HR