Beranda Utama Indonesia Didukung Pemerintah China jadi Pusat Produksi Vaksin

Indonesia Didukung Pemerintah China jadi Pusat Produksi Vaksin

0
Indonesia Didukung Pemerintah China jadi Pusat Produksi Vaksin
ILUSTRASI
botol vaksin korona
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM – Indonesia mendapat dukungan dari Pemerintah China untuk menjadi pusat produksi vaksin regional.

“Saya telah memperhatikan laporan tersebut (siaran langsung Presiden Indonesia Joko Widodo disuntik vaksin Sinovac). China dan Indonesia merupakan mitra strategis penting,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Zhao Lijian, Jumat (15/01).

Menurut dia, adanya kerja sama vaksin menunjukkan adanya saling percaya dalam menjalin kerja sama praktis dan strategis antar kedua negara.

“Oleh karena itu, China siap meningkatkan kerja sama penelitian dan pengembangan, produksi, dan pengadaan vaksin,” ujarnya.

Sebelumnya China juga mengajak Indonesia untuk bersama-sama mendukung ketersediaan dan keterjangkauan vaksin virus Korona (Covid-19) di negara-negara berkembang dan negara-negara Islam.

Pernyataan tersebut disampaikan (MFA) untuk menanggapi dikeluarkannya sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac.

Pihak Sinovac sendiri makin percaya diri atas vaksin yang dikembangkannya setelah penyuntikan terhadap Presiden Jokowi mendapatkan perhatian publik, tidak hanya di Indonesia melainkan juga di berbagai negara.

Bahkan, peristiwa tersebut tidak luput dari sorotan media-media di China.

Vaksin CoronaVac (buatan Sinovac) efektif dan aman, demikian pernyataan CEO Sinovac Biontech Yin Weidong dalam jumpa pers di Beijing setelah menyaksikan vaksinasi terhadap Presiden Jokowi pada Rabu (13/01) itu.

Menurut dia, vaksin yang sampai saat ini masih menjalani uji klinis tahap ketiga di Brazil, Turki, dan Indonesia itu menunjukkan hasil yang bervariasi tergantung kondisi masyarakat ketiga negara.

Ia menyebutkan di Turki efikasinya 91,3 persen, sedangkan di China dan Indonesia bisa mengatasi kasus infeksi ringan, masing-masing 78 persen dan 65,3 persen. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya