Minggu, Februari 28, 2021
Beranda Utama Indonesia Menuju Produsen Udang Vaname Terbesar di Dunia

Indonesia Menuju Produsen Udang Vaname Terbesar di Dunia

0
Indonesia Menuju Produsen Udang Vaname Terbesar di Dunia
ILUSTRASI
udang vaname indonesia
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono yakin Indonesia akan menjadi produsen perikanan terbesar di dunia, khususnya udang.

Trenggono menargetkan, ditargetkan nantinya Indonesia bisa memproduksi 16 juta ton pertahun dan menjadi produsen udang vaname terbesar di dunia. Pihaknya berencana membuka tambak udang seluas 200 ribu hektare hingga 2024 untuk mewujudkannya.

“Kalau kita berhasil membangun 200 ribu hektare tambak udang dengan dua siklus panen 80 ton per hektare per tahun, dalam satu tahun, analisa ekonominya bisa menghasilkan hampir Rp1.200 triliun,” kata Trenggono.

Saat ini, Indonesia termasuk lima besar produsen udang di dunia dengan besaran produksi di bawah 1 juta ton per tahun. Sementara, posisi teratas dipegang China disusul Ekuador, Vietnam, dan India.

Implikasi dari pembangunan tambak udang 200 hektare ini, kata Trenggono, tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai produsen udang nomor 1 di dunia, tapi juga mampu membangun sistem pertahanan yang kokoh untuk melindungi kekayaan maritim Indonesia.

“Seandainya ini terealisasi, bayangkan berapa kekuatan pertahanan yang bisa kita bangun. Enggak susah bila kita ingin menguatkan alutsista kita,” katanya.

Trenggono mengatakan, ikut serta membangun sistem pertahanan yang kokoh khususnya di sektor maritim sangat penting sebab sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Dampaknya tidak hanya untuk kedaulatan, tapi juga menjaga kekayaan laut dari praktik illegal-fishing oleh kapal asing maupun destructive fishing.

“Satu tahun 2 bulan saya sebagai Wamenhan membantu Pak Prabowo (Menteri Pertahanan), saya belajar banyak bahwa pertahanan negara itu sesuatu yang sangat penting,” tuturnya.

Selain tambak, lanjut Trenggono, KKP juga akan membangun kampung-kampung perikanan budi daya di beberapa wilayah Indonesia untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Seperti Kampung Lele, Kampung Patin, Kampung Udang, hingga Kampung Kakap. KKP akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam merealisasikan pembangunan tersebut.

“Ke depan kita mesti desain di satu wilayah dengan pemda, di situ proses hulu sampai hilir. Tinggal kita atur pembiayaannya dari swasta atau negara yang hadir,” katanya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya