idris dampingi pradi vaksin
DAMPINGI : Walikota Depok Mohammad Idris dampingi Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat menjadi orang pertama di Kota Depok, menerima Vaksin Sinovac saat Launching Penyuntikan Vaksin Sinovac di RSUI, Kamis (14/01). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
idris dampingi pradi vaksin
DAMPINGI : Walikota Depok Mohammad Idris dampingi Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat menjadi orang pertama di Kota Depok, menerima Vaksin Sinovac saat Launching Penyuntikan Vaksin Sinovac di RSUI, Kamis (14/01). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Gong melawan Virus Korona (Covid-19) sudah dimulai, Kamis (14/1). Sepuluh pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beres diberi asupan penangkal virus mematikan tersebut. Dua pekan kedepan sepuluh pejabat wajib disuntik lagi.

Walikota Depok, Mohammad Idris menyebut, hari ini (kemarin) resmi melaunching Vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI). Peluncuran tersebut dilaksanakan pukul 09:00 WIB bersama Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, kepala dinas terkait, serta unsur Forkopimda Kota Depok. “Pemberian vaksinasi Covid-19 mulai dilakukan hari ini,” kata Mohammad Idris,, Kamis (14/01).

Saat launching perdana ini, sebanyak sepuluh pejabat daerah dan Forkopimda akan menerima vaksin Covid-19 merek Sinovac. Selanjutnya, vaksinasi Covid-19 akan diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan di Kota Depok. Dia menambahkan, sebelum divaksin, calon penerima vaksin akan menjalani beberapa tahapan pemeriksaan. Di antaranya pengecekan suhu, skrining dengan 16 pertanyaan, lalu dilakukan pemberian vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita menerangkan, tahap pertama vaksin yang akan disebar di Kota Depok sebanyak 11.140, yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

“Jadi dua hari kami mendistribusikan vaksin, pertama untuk 32 Faskes, kedua sisanya yaitu 28 Faskes,” terangnya saat Konfrensi Pers Launching Penyuntikan Vaksin Sinovac di Rumah Sakit UI, Kamis (14/01).

Nantinya akan ada 252 tenaga kesehatan atau vaksinator yang disiapkan untuk melakukan penyuntikan. Seluruhnya sudah melalui tahap pelatihan serta pengujian, sehingga dipastikan seluruh vaksinator yang memang ahli di bidangnya. “Akan dijadwalkan setiap masing-masing faskes di tempat mereka bertugas,” jelasnya.

Sementara, Direktur Utama RSUI, Astuti Giantini menambahakan, ada sekitar 60 vaksin yang akan disuntikan pada nakes saat launching berlangsung. Setelah itu, dilakukan secara bertahap, jika ada yang sudah mendaftar namun namanya belum ada di tahap selanjutnya. Jangan kahwatir karena akan diatur pada tahap berikutnya.

“Misalnya saya sudah mendaftar dan datang, tapi belum ada namanya, itu pasti akan dikerjakan. Karena pilihannya bukan iya atau tidak tapi dilakukan di hari yang akan datang,” ungkapnya.