Beranda Politika Ini Sebab Pengurus dan Kader Minta Qonita Tetap Pimpin PPP Depok

Ini Sebab Pengurus dan Kader Minta Qonita Tetap Pimpin PPP Depok

0
Ini Sebab Pengurus dan Kader Minta Qonita Tetap Pimpin PPP Depok
Dok. Radar Depok
Dok. Radar Depok

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kendati bangga atas dipilihnya Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Lutfiyah sebagai Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP PPP periode 2020-2025. Namun, sejumlah kader partai berlambang Kabah di Kota Depok masih membutuhkan kehadiran dari putri K.H Syukron Mamun tersebut.

“Dengan beliau menjadi Wasekjen di DPP, di satu sisi kami bangga. Namun, di sisi  lain kami merasa sedih, kehilangan,” kata Wakil Ketua 1 Bidang OKK DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM saat dihubungi Radar Depok, Jumat (29/01).

Sebab, sambung  Mazhab yang juga Anggota DPRD Kota Depok ini mengungkapkan, sosok  Qonita dalam memimpin DPC PPP Kota Depok sangat baik dan diharapkan dapat membawa partainya besar di Kota Sejuta Maulid.

“Saya tidak tahu, saat beliau menjadi Wasekjen, apakah masih bisa fokus di Depok atau tidak. Karena, dengan jabatan tersebut, kader PPP, khususnya pengurus mendorong agar Ibu Qonita tetap bisa memimpin Depok. Ini harapan, entah bisa atau tidak, itu ranahnya DPP, di satu sisi kita ikhlas beliau ke DPP, di sisi lain kami mengharapkan agar Ibu Qonita masih bisa memimpin di Depok,” sambungnya.

Mazhab mengungkapkan, kepemimpinan Qonita masih dibutuhkan di DPC PPP Kota Depok. Sebab, grafis perolehan kursi di DPRD fluktuatif dan cenderung turun. Sehingga, dengan figur Qonita, kata dia, dapat menjadi momentum untuk menaikan perolehan kursi dan membesarkan partai.

“Karena itu, kami meminta ke DPP, demi PPP Kota Depok dan PPP secara keseluruhan, mohon diizinkan agar Ibu Qonita dapat merangkap sebagai Wasekjen dan juga Ketua DPC PPP Kota Depok,” ungkapnya.

Ditanya terkait peluang dirinya memimpin partai berlambang Kabah di Kota Depok tersebut, Mazhab enggan berandai-andai. Namun, secara pribadi, ia pun mengaku tidak mampu untuk mengimbangi sosok Qonita.

“Saya tidak akan mampu, apalagi yang lain, kan begitu. Makanya, kami berharap agar ibu (Qonita) dapat merangkap jabatan di Depok. Mudah-mudahan AD/ART-nya membenarkan. Tapi, lagi-lagi, berbicara sosok pengganti, tidak ada yang bisa menggantikan sosok beliau di Depok, termasuk saya,” ucapnya.

Sebab, kata dia, jika berbicara kepemimpinan tingkat kota, mencakup seluruh daerah pemilihan (Dapil) yang tujuannya meningkatkan suara PPP besar di Kota Depok dan Pemilu 2024.

“Target kami di Pileg 2024, di semua Dapil harus dapat kursi. Itu yang agak berat, jika bukan Ibu Qonita itu berat. Makanya, kami menginginkan agar Ibu Qonita tetap memimpin di Kota Depok,” katanya.

Justru momentum Pilkada ini, Mazhab menambahkan, sosok Qonita cukup besar andilnya. Tentu, hal ini ada imbas positifnya bagi PPP. Dan, saat ini tengah ditata menuju Pemilu 2024.

“Ketika sedang kami tata, tiba-tiba diminta ke pusat, bisa jadi berantakan lagi penataan kita. Saya pribadi tetap menginginkan Ibu Qonita memimpin Depok, ini juga diamini seluruh PAC di Depok,” pungkas Mazhab.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa mengumumkan susunan kepengurusan PPP periode 2020-2025. Struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) itu dibentuk untuk mengatasi tantangan pada Pemili 2024 mendatang.

“Kepengurusan ini sesuai dengan demografi pemilih pada masa yang akan datang. Tentu kita harus menjawab itu kira-kira yang tepat yang pas itu orang yang bisa menjemput kemenangan pada tahun 2024,” ujar Suharso dalam live streaming di Jakarta yang dikutip dari Jawapos.com, Kamis (28/1).

Suharso juga mengatakan, sususan kepengurusan ini dikategorikan berdasarkan kerja-kerja elektoral, organisasi manajemen dan fungsional. Sehingga nantinya bisa menjemput pemilih di 2024 mendatang.

“Jadi tentu kita lebih suka kalau kita memiliki pengurus-pengurus yang mempunyai sama perspektif dengan pemilih. Dengan demikian mereka bisa bertemu,” katanya.

Lebih lanjut Suharso berharap, dengan susunan baru ini maka bisa mengembalikan kejayaan PPP. Termasuk kepengurusan ini bisa bekerja keras di Pemilu 2024 mendatang.

“Inilah apa yang kami sebut dengan wajah baru. Wajah yang bisa menjaga PPP sendiri dan kemudian bisa menjemput masa depan itu dan kemudian memahami berdasarkan perspektif yang tepat. Dan mudah-mudahan itu bisa bekerja maksimal,” pungkasnya. (cky/jwp)

 

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah