Oleh : Wawan Kurniawan

Statistisi di Badan Pusat Statistik

 

PADA 21 Januari 2020 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020). Menurut Berita Resmi Statistik Hasil Sensus Penduduk 2020, BPS mencatat penduduk Indonesia per September 2020 sebanyak 270,20 juta jiwa. Mengalami penambahan penduduk sebanyak 32,57 juta jiwa dari Sensus Penduduk 2010 (SP2010). Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2010–2020) laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,25 persen. Terdapat perlambatan laju penduduk sebesar 0,24 persen jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk pada periode 2000–2010 sebesar 1,49 persen. 

Sebaran penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pulau Jawa dihuni oleh 151,59 juta penduduk atau 56,10 persen penduduk Indonesia. Dan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak ada di Pulau Jawa, yaitu Provinsi Jawa Barat. Tercatat jumlah penduduk Provinsi Jawa Barat per September 2020 sebanyak 48,27 juta jiwa. Jika dibandingkan dengan SP2010, penduduk Jawa Barat mengalami penambahan sebanyak 5,2 juta jiwa. Laju pertumbuhan penduduk Jawa Barat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2010–2020) sebesar 1,11 persen. Mengalami perlambatan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,77 persen jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk periode 2000–2010 yang sebesar 1,88 persen.

Penduduk Jawa Barat terbesar berada di Kabupaten Bogor, dengan jumlah penduduk sebanyak 5,43 juta jiwa atau sebesar 11,24 persen dari populasi penduduk Jawa Barat. Sementara penduduk Jawa Barat terkecil berada di Kota Banjar, dengan jumlah penduduk sebanyak 200,97 ribu jiwa atau sebesar 0,42 persen dari populasi penduduk Jawa Barat. Jumlah penduduk Kota Depok berada di peringkat 10 se-Jawa Barat, dengan jumlah penduduk sebanyak 2,05 juta jiwa atau sebesar 4,26 persen dari penduduk Jawa Barat

Berdasarkan SP2020, komposisi jumlah penduduk laki-laki di Jawa Barat sebanyak 24,52 juta jiwa atau sebesar 50,77 persen dari penduduk Jawa Barat. Sementara jumlah penduduk perempuan di Jawa Barat sebanyak 23,76 juta jiwa atau 49,23 persen dari penduduk Jawa Barat. Rasio jenis kelamin penduduk Jawa Barat sebesar 103, artinya pada tahun 2020 terdapat 103 laki-laki per 100 perempuan di Jawa Barat. Sementara rasio jenis kelamin penduduk di Kota Depok sebesar 101,9 berada di bawah rasio jenis kelamin penduduk Jawa Barat.

Yang menarik dari hasil SP2020 adalah komposisi penduduk Jawa Barat didominasi oleh generasi Z dan milenial. Jumlah penduduk Jawa Barat yang termasuk dalam generasi Z sebanyak 13,37 juta jiwa atau 27,88 persen dari populasi penduduk Jawa Barat dan generasi milenial sebanyak  12,5 juta jiwa atau 26,07 persen dari populasi penduduk Jawa Barat. Kedua generasi ini termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi oeluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sementara proporsi penduduk Jawa Barat lainya berturut-turut, yaitu Generasi X sebesar 22 persen, Post Generasi Z sebesar 11,56 persen, Boomer sebesar 10,90 persen, dan Pre-Boomer sebesar 1,59 persen.

Menurut William H. Fey analysis of Census Bureau Population Estimates (25 Juni 2020), pengklasifikasian penduduk menurut generasi dikelompokan dalam enam kelompok, yaitu: (1) Post Generasi Z merupakan generasi yang lahir tahun 2013 dan seterusnya dengan perkiraan usia sekarang s.d. 7 tahun, (2) Generasi Z merupakan generasi yang lahir tahun 1997-2012 dengan perkiraan usia sekarang 8- 23 tahun, (3) Generasi Milenial merupakan generasi yang lahir tahun 1981-1996 dengan perkiraan usia sekarang 24-39 tahun, (4) Generasi X merupakan generasi yang lahir tahun 1965-1980 dengan perkiraan usia sekarang 40-55 tahun, (5) Baby Boomer merupakan generasi yang lahir tahun 1946-1964 dengan perkiraan usia sekarang 56-74 tahun, dan (6) Pre-Boomer merupakan generasi yang lahir sebelum tahun 1945 dengan perkiraan usia sekarang lebih dari 75 tahun.

Sejak tahun 1980 proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Jawa Barat terus meningkat. Pada tahun 1980 proporsi usia produktif adalah sebesar 54,7 persen dari populasi penduduk Jawa Barat dan di tahun 2020 meningkat menjadi 70,68 persen. Sementara proporsi penduduk usia non produktif adalah sebesar 23,94 persen. 

Pada tahun 2020 ini terlihat perbedaan yang cukup tajam antara proporsi penduduk usia produktif dan usia non produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas). Hal ini menunjukan bahwa Jawa Barat masih berada dalam periode bonus demografi. Fenomena bonus demografi ini jika dikelola dengan baik, akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Bonus demografi ini juga menjadi aset berharga bagi Jawa Barat untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi, kreatif, dan mampu untuk memikul estafet tanggung jawab pembangunan di Jawa Barat.

Namun di sisi lain, seiring dengan peningkatan angka harapan hidup, proporsi penduduk usia lanjut (60 tahun ke atas) di Jawa Barat juga mengalami peningkatan. Proporsi penduduk lanjut usia meningkat menjadi 9 persen di tahun 2020 dari 7,04 persen pada tahun 2010. Fonomena ini menunjukan bahwa Jawa Barat semakin mendekati era aging population, yaitu kondisi dimana presentase penduduk usia 60 tahun ke atas mencapai 10 persen ke atas. Permasalahan aging population ini perlu mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Jawa Barat. Apalagi di masa pandemi COVID-19 ini penduduk lanjut usia adalah penduduk yang sangat rentan terdampak, khususnya penduduk yang memiliki penyakit bawaan. (*)