Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Metropolis Jumlah Penumpang Bus di Terminal Jatijajar Anjlok

Jumlah Penumpang Bus di Terminal Jatijajar Anjlok

0
Jumlah Penumpang Bus di Terminal Jatijajar Anjlok
TURUN DRASTIS : Suasana penumpang bus di Terminal Jatijajar. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) angka penumpang di terminal Jatijajar turun hingga 29 persen. FOTO: ARNET/RADARDEPOK
Penumpang Bus Terminal Jatijajar
TURUN DRASTIS : Suasana penumpang bus di Terminal Jatijajar. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) angka penumpang di terminal Jatijajar turun hingga 29 persen. FOTO: ARNET/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sepanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung mulai sejak 11 sampai 25 Januari 2021, penumpang Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang berangkat dari terminal di bawah naungan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tercatat mengalami penurunan alias anjlok.

Kepala BPTJ, Polana B. Pramesti menerangkan ada empat terminal yang mengalami penurunan penumpang selama PPKM berlangsung, dan yang paling signifikan terjadi di Terminal Jatijajar Depok.

BPTJ mencatat, pada 10 hari pertama Januari 2021, rata – rata penumpang bus AKAP yang berangkat setiap hari dari Terminal Jatijajar sebanyak 311 orang. Namun, selama PPKM, terdapat penurunan penumpang hingga 29,2 persen atau terdapat sekitar 220 penumpang setiap harinya.

“Berarti kalau dihitung terjadi penurunan sebanyak 91 penumpang setiap hari selama PPKM,” jelas Polana kepada Radar Depok, Rabu (27/1).

Disampaikannya, hal itu jika dibandingkan berdasarkan data pada empat Terminal Bus di bawah pengelolaan BPTJ yaitu Terminal Jatijajar Kota Depok, Terminal Baranangsiang Kota Bogor, Terminal Poris Plawad Kota Tangerang dan Terminal Pondok Cabe Kota Tangerang Selatan.

Dirinya menegaskan bahwa sebenarnya yang dilakukan selama masa PPKM tidak banyak berbeda dibandingkan dengan apa yang diterapkan pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

“Dari sisi transportasi kita masih mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 dan tentunya Surat Edaran yang dikeluarkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19,” terangnya.

Sebagai regulator bidang transportasi, Polana mengatakan bahwa langkah pencegahan penyebaran covid 19 sudah dilakukan mengacu pada aturan-aturan tersebut.

“Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan, kami lebih banyak menjalankan fungsi pengawasan, termasuk dengan memperketat pengawasan pada setiap terminal yang berada di bawah pengelolaan kami,” tegas Polana.

Menurutnya merupakan bentuk tanggung jawab pada sektor transportasi termasuk dalam menegakkan dan menjaga protokol kesehatan.

“Upaya kami lakukan semaksimal mungkin yang tentunya berkoordinasi dengan satgas covid masing-masing daerah setempat,” ungkap Polana.

Namun tak dipungkiri, dirinya mengapresiasi masyarakat yang sampai dengan saat ini tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan bijak dalam bermobilitas.

“Penurunan ini mudah-mudahan merupakan salah satu bentuk sikap yang bijak dan bertanggung jawab dari masyarakat dengan mengatur perjalanannya,” kata Polana.

Ia berharap hal ini dapatmenjadisebuah kebiasaan yang baik. Dengan kebiasaan yang lebih peduli pada kesehatan dan kebersihan terutama untuk dirinya sendiri.

“Melalui kebiasaan yang sudah mulai muncul ini, dapat terbentuk sikap dan kesadaran masyarakat untuk bijak bertransportasi,” tutupnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR