kedokteran UI abdikan diri
EDUKASI KESEHATAN : Tim Fakultas Kedokteran UI saat mengedukais serta memberikan seperangkat alat kebersihan untum warga Posbindu Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. FOTO : FKUI FOR RADAR DEPOK
kedokteran UI abdikan diri
EDUKASI KESEHATAN : Tim Fakultas Kedokteran UI saat mengedukais serta memberikan seperangkat alat kebersihan untum warga Posbindu Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. FOTO : FKUI FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) memberikan perhatian khusus terhadap kaum Lanjut Usia (Lansia) melalui Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (Pengmas)dalam dua program kegiatan, yakni, Kesehatan Ramah Lansia untuk Meningkatkan Kesehatan dan Kualitas Hidup Lansia serta Upaya Pemberdayaan Posyandu Lansia di Era Pandemi Covid-19.

“Saat ini kita di Indonesia mulai memasuki periode aging population, dimana terjadi peningkatan umur harapan hidup yang diikuti dengan peningkatan jumlah lansia,” ungkapĀ  Ketua Tim Pengmas, Dewi Sukmawati.

Berdasarkan data pada website Kemenkes RI, Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk lansia dari 18 juta jiwa (7,56%) pada tahun 2010, menjadi 25,9 juta jiwa (9,7%) pada tahun 2019, dan diperkirakan akan terus meningkat dimana tahun 2035 menjadi 48,2 juta jiwa (15,77%).

Menurut Dewi, kaum Lansia membutuhkan perhatian khusus dalam bidang kesehatan mengingat, tren pertumbuhan penduduknya yang meningkat. Ditengah meningkatnya usia lansia, disebutkan Dewi, banyak penyakit degerenatif diantaranya hipertensi, diabetes, jantung koroner dan stroke.

“Seiring dengan meningkatnya usia, maka fungsi dan kemampuan tubuh manusia akan menurun. Memasuki usia lanjut, umumnya banyak penyakit yang mulai timbul. Beberapa penyakit degeneratif yang perlu diwaspadai oleh para lansia,” jelasnya.

Dewi mengaku, pihaknya memberikan edukasi tentang pentingnya mengenali dan mengetahui gejala awal dari kedua penyakit berbahaya tersebut. Salah satu upaya pemerintah dalam menyikapi adalah dengan mengantisipasi dan mendorong percepatan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Lansia, telah dibentuk suatu posyandu yakni Posyandu Lansia adalah pos pembinaan terpadu untuk masyarakat usia lanjut disuatu wilayah tertentu yang sudah disepakati.

Ia menjelaskan, sebelum, adanya pandemi Covid-19, Posbindu umumnya aktif melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan lansia secara terpadu. Namun, selama pandemi, hampir semua Posbindu lansia tidak aktif, mengingat usia lanjut merupakan salah satu faktor resiko untuk terkena Covid-19.

“Kondisi Posbindu yang tidak aktif ini sudah berlangsung sejak awal mulai terjadinya pandemi, sehingga pemantauan kesehatan lansia menjadi berkurang,” ujar Dewi.