koki kota depok 3
BERPOSE: Kenzi Tofano saat mengabadikan dirinya di depan bendera Yunani, di salah satu tempat wisata di negara tersebut. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
koki kota depok 3
BERPOSE : Kenzi Tofano saat mengabadikan dirinya di depan bendera Yunani, di salah satu tempat wisata di negara tersebut. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

Pandemi membuat Kenzi dirumahkan sementara dari Kapal Pesiar milik Yunani. Kali ini, dia kembali mengasah kemampuannya dalam seni tatto. Bersama rekannya, ia membuka studio tatto rumahan, untuk menjaga kreatifitas serta produktifitasnya.

Laporan: Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM – Kenzi mengaku tidak akan berhenti menjaga produktifitas di masa muda. Selain memasak, dia memang menyukai dunia tatto. Hal itu terbukti dari sejumlah tatto yang berada di sekujur tubuhnya.

Selama dirumahkan sejak awal pandemi, sekitar bulan April 2020, ia kembali membuka koleksi mesin tattonya yang kurang lebih dua tahun tidak tersentuh, karena berkelana bersama kapal pesiar.

“Sekarang lagi fokus kembangkan usaha tatto. Kebetulan mesin, tinta, dan alat lainnya masih tersimpan rapi,” jelas pria lajang itu.

Anak ketiga itu memang sudah mendalami dunia tatto sejak duduk di bangku SMA, sekitar tahun 2006. Puluhan orang sudah dibubuhkan karya seninya dengan berbagai gambar, mulai dari konsep black and grey hingga full colour.

“Yang gambar dari teman ke teman, lumayan untuk tambahan jajan, apalagi sekarang sedang seperti ini keadaannya. Jadi jelas ini sangat membantu,” kata Kenzi sambil menunjukan seperangkat alat tattonya.

Melanglang buana ke berbagai negara, Kenzi bukan hanya mendalami dunia masak, melainkan bertukar pikiran dengan seni tubuh guna menambah kemampuannya membuat tatto. Sehingga kini, referensi dan teknik kian bertambah.

“Setiap negara punya karakter tatto masing-masing. Saya beruntung bisa jumpa sama seni tubuh di berbagai dunia, banyak orang hebat di luar sana,” tutup Kenzi. (*)

 

Editor : Pebri Mulya