Selasa, Maret 9, 2021
Beranda Utama Koswara yang Harus Dipapah ke Ruang Sidang Karena Digugat Anak Kandung

Koswara yang Harus Dipapah ke Ruang Sidang Karena Digugat Anak Kandung

0
Koswara yang Harus Dipapah ke Ruang Sidang Karena Digugat Anak Kandung
RE Koswara, harus dipapah saat masuk ke gedung PN Bandung.
RE koswara digugat anak kandung
RE Koswara, harus dipapah saat masuk ke gedung PN Bandung.

 

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – pria renta berusia 85 tahun, yakni RE Koswara, harus menghadapi kenyataan pahit digugat oleh  anak kandungnya. Koswara pun rela hadir di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Bandung meski sudah sulit untuk berjalan pada Selasa (19/01).

Untuk sampai ke ruang sidang, Koswara, warga Kecamatan Cinambo, Kota Bandung itu, harus dipapah oleh dua anaknya, Imas dan Hamidah, yang juga turut tergugat dalam perkara perdata ini.

Hari itu, sidang mengagendakan pemeriksaan berkas, belum masuk pokok perkara. Dimana pada sidang sebelumnya, Selasa (12/01), ditunda karena pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang juga tergugat, tidak hadir.

Mengenakan kemeja putih dan masker kain berwarna merah, Koswara berjalan pelan sambil dipapah anaknya menuju ruang sidang. Raut wajah dan sorot mata Koswara pilu lantaran menghadapi kenyataan digugat anak kandungnya.

Koswara digugat Rp3 miliar oleh kandungnya sendiri yang bernama Deden dan Masitoh. Masitoh yang berprofesi pengacara menjadi kuasa hukum Deden dalam gugatan tersebut.

Kuasa hukum Koswara, Bobby Herlambang Siregar mengatakan, gugatan tersebut dilayangkan tiga dari enam orang anak kandung Koswara. Selain Deden dan Masitoh, Nining istri Deden juga ikut menggugat mertuanya, Koswara.

“Pak Koswara ini punya enam anak. Imas anak pertama di pihak kita. Deden (penggugat) anak kedua. Masitoh anak ketiga itu kuasa hukum penggugat. Jadi, yang menggugat ini Deden dan kuasa hukumnya Masitoh. Anak keempat laki-laki, anak kelima perempuan namanya Hamidah termasuk tergugat, anak keenam juga jadi penggugat,” kata Bobby.

Bobby menceritakan, kasus ini bermula saat Deden menyewa sebagian rumah milik Koswara di Jalan AH Nasution, Kota Bandung sejak 2012. Delapan tahun kemudian atau 2020 lalu, Koswara berencana menjual rumah warisan itu.

“Akhirnya, sewa menyewa dibatalkan, (uangnya) dikembalikan,” ujarnya.