SMK sudah boleh tatap muka
ILUSTRASI.

 

“Kami juga membentuk Forum Pengarah Vokasi (Rumah Vokasi) dengan 50 anggotanya saat ini yang berasal dari para pemimpin dunia usaha dan industri, misalnya Kadin, Apindo, BUMN, asosiasi profesi, dan kawasan industri,” urai Wikan.

Wikan menyebut berbagai program yang telah diluncurkan oleh Ditjen Pendidikan Vokasi berdampak pada peningkatan pemahaman dan juga gairah dari satuan pendidikan vokasi maupun dunia usaha dan industri dalam enam bulan belakangan. Hal tersebut dibuktikan dengan berjalannya program “link and match” hasil kolaborasi satuan pendidikan vokasi dengan DUDI.

“Paket 8+1 sudah banyak diwujudkan oleh ribuan SMK serta ratusan perguruan tinggi vokasi (PTV) dan lembaga kursus dan ketrampilan (LKP),” ungkap Wikan.

Menurut Wikan pihak industri juga semakin terbuka untuk bekerja sama dengan satuan pendidikan vokasi.

“Kami pun telah memberikan penghargaan kepada 40 IDUKA (dunia industri, usaha, dan kerja) baik swasta maupun BUMN karena mereka turut membina puluhan, bahkan ratusan, satuan pendidikan vokasi. Mereka semakin menerima karena dengan ‘link and match’, lulusan pendidikan vokasi sesuai dengan kebutuhannya,” jelas Wikan.

Ditjen Pendidikan Vokasi telah Menyusun roadmap untuk mengasah kualitas pendidikan vokasi dan meningkatkan serapan tenaga kerja bagi lulusan di industri. Langkah-langkah yang disiapkan tersebut antara lain.

1. Menciptakan SDM lulusan yang kompeten, unggul, dan sesuai dengan kebutuhan industri skala nasional maupun global.

2. Terjadi peningkatan produktivitas, inovasi, serta daya saing yang signifikan hingga memajukan pertumbuhan ekonomi.

3. Meningkatkan kesejahteraan dan karir lulusan vokasi lebih baik.

4. Menciptakan generasi wirausaha yang tangguh dan inovatif.

5. Input peserta didik pendidikan vokasi harus passion dengan dunia vokasi.

6. Keterlibatan dunia industri dan kerja semaksimal mungkin.

7. Peningkatan soft skills dan karakter lulusan agar menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat.

8. Mampu menjawab tantangan kebutuhan kompetensi masa kini dan mendatang.

9. Riset terapan yang menghasilkan produk nyata yang dihilirkan ke pasar industri dan masyarakat.

 

Editor : Pebri Mulya