langgar ppkm warga kedaung tutup lokasi wisata
INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK DIGRUDUK WARGA : Warga Kelurahan Kedaung mengguruduk Kampoeng Wisata 7 Berlian yang dianggap melanggar PPKM.
langgar ppkm warga kedaung tutup lokasi wisata
DIGRUDUK WARGA  :  Warga Kelurahan Kedaung mengguruduk Kampoeng Wisata 7 Berlian yang dianggap melanggar PPKM. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, KEDAUNG – Batas kesabaran warga Kelurahan Kedaung nampaknya sudah habis. Kesal dengan pelanggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang dilakukan sebuah tempat wisata. Warga akhirnya menutup paksa Kampoeng 7 Berlian.

Warga merasa geram, lantaran selain kerap melanggar persturan PPKM tempat wisata itu juga tidak mengantongi izin dari dinas terkait.

Sejak awal PSBB I, wisata Kampoeng 7 Berlian tetap buka, dan ditambah lagi dengan keluarnya peraturan baru PPKM mereka tetap buka bahkan sampai malam, ” kata Ketua RW8 Kedaung, Adang, Selasa (26/1).

Warga disana, kata dia, menganggap pengelola tempat wisata itu seolah tidak mengindahkan peraturan dan teguran yang sering dilayangkan Satgas Kampung Siaga Covid-19.

Kami sebagai ketua lingkungan sangat kecewa dengan pengelola, bahkan pengelola menantang kami dengan mengatakan jika tempat wisata ini tidak bakal bisa ditutup,”ucap Adang.

Adang menuding, ada oknum di Pemerintahan Kota Depok yang ‘membantu’ tempat wisata itu, sehingga berani melanggar peraturan.

Kita cari tahu saja nanti, siapa orang hebat itu di Pemerintah Depok yang dimaksud, pantas ngelunjak dan harus di tindak tegas,” ujarnya berang.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, ketua Forum RT dan RW yang didampingi oleh Bhabinkabtimas dan Babinsa, Satpol PP kelurahan Kedaung, ketua Covid-19 Kelurahan Kedaung bersama ketua RW5 Kedaung, Andiwijaya beserta warga masyarakat mendatangi lokasi Kampoeng 7 Berlian untuk melakukan penutupan.

Kami bersama Bhabinkabtimas, Babinsa, Ketua KSC beserta ketua RT, RW dan masyarakat mendatangi lokasi tersebut untuk menutup dan penyegel lokasi Kampoeng 7 Berlian,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro