Minggu, Maret 7, 2021
Beranda Metropolis LD PBNU Ajak Wamen Pertanian Buka Usaha

LD PBNU Ajak Wamen Pertanian Buka Usaha

0
LD PBNU Ajak Wamen Pertanian Buka Usaha
IST BERTAMU : Mukhlis Effendi (tengah) ketika bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi (kiri) di kantornya, Rabu (20/1).
BERTAMU : Mukhlis Effendi (tengah) ketika bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi (kiri) di kantornya, Rabu (20/1). IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Divisi Hukum dan Advokasi Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), menyambangi Kantor Wakil Menteri (Wamen) Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (20/1). Kedatangan LD PBNU ini ingin membahas rencana membangun sejumlah unit usaha.

Kepada Harian Radar Depok, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi LD PBNU, Mukhlis Effendi menyebut, pertemuan dengan Wamen Pertanian selain dalam rangka menjalin silaturahmi, juga membahas rencana membangun sejumlah unit usaha.

Pertama kami menjalin silaturahmi dengan pak Wamen, sekaligus juga membahas beberapa kegiatan seperti usaha air minum dan lahan pertanian di beberapa lokasi di Gunung Mas Bogor,” kata Mukhlis.

Menurut Mukhlis, lahan yang akan digarap adalah 1.200 hektar. Namun, lanjut dia, saat ini yang sudah digarap sekira 40 hektar. Ada beberapa lahan produktif yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan umat.

Tanah yang milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) seluas 1.200 hektar, yang tadinya pohon teh akan kita ganti menjadi pohon dan buah alpukat,” tambah pria yang juga advokat asal Kota Depok ini.

Dia mencontohkan, di daerah Jasinga, Bogor, ada 30 hektar yang diperuntukan jeruk lemon. Kemudian di Cianjur, dari 150 hektar lahan baru tergarap 30 hektar untuk tanaman bunga mawar. Di Lombok juga ada lahan dan beberapa lahan produktif lainnya untuk mengembangkan produk bangsa Indonesia. “Insha Allah dengan dorongan pak Wamen semua program mengembangkan tani yang saat ini kita produktifkan bisa terselenggara,” harapnya.

Saat ini divisi ini, masih memiliki 160 juta bibit botol air mineral yang akan dipersembahkan menjadi produk Air Mineral LD PBNU. Kemudian, divisi ini juga memiliki beberapa titik aset lokasi yang dapat digunakan untuk produk pengembangan advokat, seluas 40 hektar.

Meskipun Divisi Hukum dan Advokasi baru terbentuk, divisi ini telah menangani perkara harta gono-gini. Permasalahan perceraian memang sebaiknya diselesaikan melalui jalur Islam. “Yang jelas, kami sudah memenangkan beberapa perkara atas nama LD PBNU dan laporan ke Abi, insyaallah,” tuturnya.

Usaha produksi jambu tanpa biji yang dikelola oleh divisi ini sudah tersebar di Alfamidi. Adapun perkebunan jambu tanpa biji tersebut terletak di area Sawangan dan Sentul, Bogor. “Kita juga bergerak di bidang usaha, apa salahnya kita hadir di PBNU ini untuk masyarakat,” tandasnya. (rd/hmi)

Jurnalis/Editor : Fahmi Akbar