seniman kota Depok
LUKISAN DAN LINGKUNGAN: Anak dari pelukis Hudy saat mengelap dan merapikan jajaran lukisan milik sang ayah yang dituangkan dalam potongan kayu, di Jalan Raya Sawangan. FOTO: ARNET/KELMANUTU
seniman kota Depok
LUKISAN DAN LINGKUNGAN: Anak dari pelukis Hudy saat mengelap dan merapikan jajaran lukisan milik sang ayah yang dituangkan dalam potongan kayu, di Jalan Raya Sawangan. FOTO: ARNET/KELMANUTU

 

Harga-Ukuran Beragam, Lukis Satu Kayu Bisa Lima Jam

Keuletannya dalam memoles bakat lukisnya kini membuahkan hasil bersama dengan keluarga, pria keturanan Jawa ini mematok harga beragam, dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Tentu semua dengan kualitas bahan berbeda, misal ukuran kayu, ketahanan cat, hingga tingkat kesulitan gambar.

Laporan : Arnet Kelmanutu

 

Tekun dan berserah pada Sang Pencipta menjadi landasan hidup Hudy dalam terus menggali potensi yang tersimpan di dalam dirinya. Mengubah potongan batang kayu menjadi nilai seni yang unik dan tinggi.

Memutar otak, menggali referensi melalui youtube dan media sosial lainnya, membuat Hudy menggarap lukisan potongan kayu sejak 2010. Sudah banyak pengalamannya dalam memainkan kuas di atas lapisan batang pohon agar terlihat menawan.

Memang dirinya membedakan setiap harga untuk para pelanggan yang memintanya menggambar satu hal yang spesial dan tingkat kesulitan yang luar biasa. Harga jutaan sudah pasti akan diberikan ke pelanggan, tapi dengan hasil yang tak perlu diragukan.

“Alhamdulillah sejauh ini semua senang, ada yang kembali minta saya lukis dengan potongan batang kayu yang ukuran diameternya kecil, bisanya itu untuk pajangan di lemari,” terang Hudy.

Ada banyak ragam ukuran lukisan di tempat Hudy. Mulai dari diameter ukuran 30, 50, sampai 100 centi. Tentunya semua dengan harga beragam, kalau sedikit bocoran dari Hudy, dari harga Rp25 ribu sampai harga Rp10 juta, semua siap disajikannya.

Biasanya untuk waktu juga beragam, dari yang paling sebentar lima jam sampai satu minggu. Letak lama eksekusi lukisan ada pada kejelian serta detail dan perpaduan warna sehingga gambar dapat terpancar dengan sempurna.

“Kalau menggunakan hati dan pikiran, pasti bisa, semua pekerjaan harus dijalani dan dinikmati, terutama disyukuri biar ide-ide semakin berkumpul dan bisa kita tuangkan,” tutur Hudy. (bersambung)

 

Editor: M. Agung HR