Selasa, Maret 9, 2021
Beranda Utama Libur Tahun Baru Dituding Sumbang Peningkatan Kasus

Libur Tahun Baru Dituding Sumbang Peningkatan Kasus

0
Libur Tahun Baru Dituding Sumbang Peningkatan Kasus

ilustrasi liburan korona

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok terus dibayangi peningkatan kasus penularan Covid-19. Sudah empat minggu berturut–turut masuk dalam zona merah. Berbagai kebijakan yang dibuat Pemerintah Kota Depok, nampaknya belum efektif untuk meredam persebaran wabah ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita mengatakan, pihaknya memperkirakan peningkatakan kasus ini dikarenakan kurang disiplinnya warga Depok, dalam menjalankan protkol kesehatan (Prokes). Seperti, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker.

Terlebih, ucap Nova, peningkatakan kasus ini juga dikarenakan adanya libur panjang di akhirt tahun kemarin, yang mengakibatkan tingginya mobilitas masyarakat.

“Depok itu didominasi klaster keluarga. Apalagi liburan kemarin banyak yang jalan–jalan dan kumpul keluarga di akhir tahun,” katanya kepada Radar Depok, Selasa (5/1).

Sementara itu, Ahli Epidemioologi Falkutas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, penularan Covid-19 di Depok didominasi klaster transportasi, khususnya kereta. Menurutnya, penularan Covid-19 di kereta menyumbang kasus sebanyak 60 persen dari 100 persen kasus penularan di Depok.

“Bayangin ada berapa banyak orang yang naik kereta dalam satu gerbong saja, nah mereka yang terkena Korona di kereta menularkan kembali virus itu kepada keluarga mereka di rumah,”ujar dr Tri.

Dia mengungkapkan, kurang seriusnya Pemerintah Kota Depok dalam melaskanakan Pembatasan Sosial Bersekala Mikro (PSBM), juga dinilai menjadi biang keladi peningkatan kasus ini. Dalam pantauannya, pelaksanaan PSBM di Depok belum merata.

“Contohnya rumah saya di Depok nih. Di RW saya PSBM nya ketat itu aman gak ada penularan. Nah di RW tetangga gak serius banyak longgarnya, kasusnya tinggi di sana,” bebernya.

Dia juga sudah menyampaikan hal tersebut ke Pemerintah Kota Depok dalam setiap forum yang dia hadiri. Dia meminta Pemerintah Kota Depok lebih serius dalam melaksanakan PSBM.

“Jam malamnya aja terkesan bercanda. Masih banyak saya lihat warung yang buka lewat dari waktu yang ditentukan. Kalau itu saja tidak dipatuhi ya wajar kalau sekarang kondisinya kacau balau,” pungkasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya