Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Mahfudz Abdurrahman

 

RADARDEPOK.COM DEPOK – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Abdurrahman meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk serius mengatasi kelangkaan daging sapi yang membuat harga menjadi melambung.

Seperti yang dituturkan Mahfudz, saat ini tengah dihebohkan dengan protesnya para pedagang daging sapi di pasar-pasar, ancaman mogok dagang yang disebabkan mahalnya harga daging sapi. Alasan yang mereka ungkapkan sangat masuk akal, kalau harga daging sapi sudah sangat mahal, modal makin besar. Yang beli pasti makin sedikit, ujungnya semua akan rugi.

“kita ini ga juga bisa keluar dari persoalan rantai pasok (supply chain) kebutuhan pangan, masalah selalu berulang. Pas pasokan over alias berlebih, harga jatuh. Saat pasokan menipis, otomatis harga makin mahal. Padahal saya yakin semua bisa diperkirakan, diperhitungkan dan diantisipasi. Ini membuat miris kita semua,” ucap Mahfudz kepada Radar Depok.

Wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat 6 (Kota Depok dan Kota Bekasi) ini mengungkapkan, kondisi tersebut banyak dikeluhkan sejumlah pedagang, kepada dirinya. Sebab, Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri masih lama.

“Mereka bingung kenapa pasokan daging tidak ditambah, padahal harga daging sudah tidak wajar lagi sejak lama,” ungkapnya.

Ia menilai, harga daging sapi yang sudah mencapai Rp140 ribu per kilogram sudah tidak wajar dan mengkhawatirkan, di mana harga normal dikisaran Rp100 ribu per kg. Sedangkan, di Dapil-nya, yang mayoritas konsumen perkotaan dan pelaku usaha banyak menggunakan mengonsumsi daging.

“saya meminta jajaran pemerintah terkait, baik di pusat dan di daerah agar membuat langkah nyata. Persoalan mahalnya harga daging sapi bisa segera terselesaikan. kami di DPR RI akan meminta pertanggungjawaban pemerintah, dalam hal ini mitra Komisi VI, yaitu Kementerian Perdagangan,” tegas Bendahara Umum DPP PKS ini.

Ia pun meminta jajaran penegak hukum, untuk mencari tahu ikhwal  kelangkaan daging sapi yang berujung  harga makin mahal. Hal ini, kata dia, untuk mengantisipasi ada oknum yang bermain dan mencari keuntungan dari kondisi tersebut.

“kalau ternyata benar ada, harus ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Supaya jera dan kapok,” geram Mahfudz.

Mahfudz pun meminta pemerintah dan pusat untuk memperbanyak operasi pasar daging sapi, terutama di pasar-pasar tradisional dengan harga terjangkau guna membantu pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan daging sapi.

“Tetap dengan memperhatikan kualitas daging sapi, jangan malah nanti muncul persoalan baru. Dikarenakan kualitas daging sapi yang tidak baik. Saya juga meminta semua pihak terkait, dalam hal ini pemerintah, sektor swasta besar dan kecil, serta pedagang. Agar peristiwa yang terjadi saat ini, tidak lagi terjadi nanti. Apalagi beberapa bulan kedepan sudah masuk bulan puasa dan lebaran. Ketersediaan pasokan harus mencukupi dan yang paling penting. Harga harus wajar,” pungkas Mahfudz. (cky)

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah