Ketua DPD PAN Kota Depok, Igun Sumarno
Ketua DPD PAN Kota Depok, Igun Sumarno.
Ketua DPD PAN Kota Depok, Igun Sumarno
Ketua DPD PAN Kota Depok, Igun Sumarno.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Igun Sumarno kembali maju dalam bursa pemilihan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Depok pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-V yang direncanakan akhir Januari 2021. Ia pun memiliki program unggulan untuk memajukan PAN Kota Depok, salah satunya memiliki kantor sekretariat sendiri.

“Kalau saya maju, visi misi saya, yang pertama, kita kan belum punya kantor sudah 20 tahun. Jadi, saya kepingin maksimal di 2021 akhir, kita sudah punya kantor, biar tidak kemana-mana, baru kita rancang bangun pemikiran lain-lain lewat situ, mapping area, bagaimana pemenangan seperti apa,” kata Igun kepada Radar Depok.

Setelah itu, lanjut Igun yang juga Anggota DPRD Kota Depok ini, pihaknya juga ingin program kaderisasi untuk regenerasi kepemimpinan dan menguatkan infrastruktur partai, serta meningkatkan ekonomi kader melalui sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kita juga akan memikirkan usaha, seperti UMKM dan lain-lain buat kader, agar ekonomi mereka bisa meningkat sambil bersama-sama membesarkan partai,” lanjut Igun.

Wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Depok 5 (Cilodong-Tapos) ini mengungkapkan, selama menjadi Ketua DPD PAN Kota Depok, memang jumlah kursi di DPRD Kota Depok turun, dari enam menjadi empat kursi. Namun, perolehan suara bagi partai berlambang matahari terbit ini meningkat dari 63 ribu menjadi 74 ribu.

“Hilangnya kursi di Dapil strategis yang saya tidak bisa masuk, seperti di Pancoranmas dan Cimanggis. Namun, secara keseluruhan saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa, itu bukti kinerja saja, saya tanggungjawab seperti itu,  Kita lihat saja nanti. kursi turun tapi plusnya suara bertambah dari 63 ribu menjadi 74 ribu, artinya itu modal juga saat ingin Pilkada, mengukur suara itu tidak hanya ke belakang, tapi kedepan juga harus diperhitungkan

“Saya kira semua yang mendaftar itu pasti merasa punya peluang. Hanya, kesempatan siapa yang menjadi pemimpin kita kan tidak tahu. Saya kira semua yang mencalonkan punya potensi

Mekanisme Musda, sambung Igun, sama seperti  Musyawarah Wilayah (Muswil). Hanya saja, dibuat simpel dengan sistem formatur menggunakan musyawarah mufakat.

“Diambil dari lima orang, dan orang itu sebagai representasi dari  semua yang mendaftar. Nah, kelima ini akan dikerucutkan, bermusyawarah, jadi siapa yang menjadi ketua, sekretaris dan bendahara. Tentunya itu sudah mewakili, jadi tidak ada istilah sistem tunjuk. Kita dipilih berdasarkan musyawarah,” sambungnya.