ilustrasi darah korona
ILUSTRASI
ilustrasi darah korona
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ayo warga Kota Depok mulailah peduli dengan sesama. Munggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sudah kudu disiplin. Bentuk perhatian ini menyusul status Kota Depok yang hingga pekan kelima masih masuk kategori zona resiko tinggi alias merah, Senin (11/1).

Enam daerah di Jawa Barat (Jabar) masuk dalam kategori zona merah Covid-19. Wilayah tersebut, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kota Depok. Kabupaten Karawang dan Depok, selama lima pekan terakhir secara berturut-turut masuk dalam kategori zona merah.

“Zona risiko di Jabar bertambah ada enam yang masuk zona merah. Dan dengan berat hati saya sampaikan Karawang dan Depok masih dalam zona merah. Jadi ini sudah lima minggu berturut-turut, kita sudah menurunkan tim ke sana mudah-mudahan secepatnya pulih,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam keterangan daring dari Mapolda Jawa Barat, Bandung, Senin (11/1).

Khusus Kabupaten Karawang, telah dikirimkan tim satuan tugas penanggulangan Covid-19 provinsi ke daerah tersebut. Pada pekan ini, kapasitas perawatan di rumah sakit sudah mulai membaik atau tidak ada peningkatan pasien Covid-19 yang dirawat.

Hal ini dipicu salah satunya sebut Ridwan Kamil, banyaknya dukungan dari berbagai pihak khususnya dari tentara dan polisi. Dalam waktu dekat ini, lanjut Emil -sapaan Ridwan Kamil-, fasilitas penanganan pasien KOrona yang sudah siap digunakan gedung di sekolah calon perwira (Secapa) TNI AD, di Hegarmanah Bandung.

“Untuk dijadikan fasilitas perawatan, bagi mereka yang positif Covid-19 tapi gejala ringan. Sehingga, bisa mengurangi beban rumah sakit yang memang harus kita terus kurangi secara proporsional,” kata Emil.

Berdasarkan data per 9 Januari 2021 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, jumlah pasien yang dirawat di 10 rumah sakit dari 160 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok serta Kabupaten dan Kota Bekasi sebanyak 1.204 orang. Tiga rumah sakit sudah penuh keterisiannya yaitu RS Ananda Babelan Bekasi, RS Hermina Bekasi dan RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid.

Sedangkan jumlah pasien yang dirawat di 10 rumah sakit dari 53 rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di kawasan Bandung Raya mencapai 919 orang. Tiga rumah sakit sudah penuh keterisiannya yaitu RSU Immanuel Bandung, RSU Bhayangkara Tk. II Sartika Asih dan RSKIA Kota Bandung.

Sementara,  Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Enny Ekasari menyebut, setiap hari ratusan orang terpapar Covid-19. Saat ini IGD di setiap rumah sakit (RS) rujukan hampir penuh dan susah ditangani.

Dia menuturkan, saat ini masyarakat yang terkena Covid-19 harus sabar menunggu rujukan dari Puskesmas. Selain itu, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan baik RS maupun Puskesmas, juga mengalami kelelahan yang dapat mengakibatkan turunnya imunitas.

“Faktor tersebut dapat memicu banyak tenaga kesehatan (nakes) yang juga terpapar Covid-19. Jika nakes terinfeksi dan SDM terbatas, otomatis kemampuan melayani juga berkurang dan berdampak bagi pasien,” tutur Enny.

Menurut Enny, sesuai edaran Dinkes Kota Depok, sebanyak 24 RS harus mampu melayani pasien Covid-19 dan menambah kapasitas tempat tidur pelayanan Covid-19.