Selasa, Maret 2, 2021
Beranda Ruang Publik Membedah Tanda dan Makna dalam Google Classroom MI Al-Islamiyah Depok

Membedah Tanda dan Makna dalam Google Classroom MI Al-Islamiyah Depok

0
Membedah Tanda dan Makna dalam Google Classroom MI Al-Islamiyah Depok

 

Oleh : Lisa Fauziyah

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dan Guru MI Al-islamiyah Depok.

 

DAMPAK dari pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mengharuskan satuan pendidikan menerapkan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) melalui metode pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ daring) menggunakan e-learning. Komunikasi dalam pembelajaran yang selama ini dilakukan secara langsung (direct communication) beralih ke pembelajaran menggunakan media daring (mediated communication).

Dalam memilih media komunikasi yang dimanfaatkan untuk PJJ daring (e-learning), pendidik mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain: konsumsi kuota data, kemudahan penggunaan (user friendly), kondisi infrastruktur jaringan, serta kesesuaian dengan aktivitas pembelajaran. Sehingga pendidik dan peserta didik memiliki preferensi yang tinggi terhadap beberapa aplikasi seperti Whatsapp, Zoom Meeting, Google meet, Microsoft team, Google Classroom, Google form, Quizziz untuk digunakan secara bersama-sama.

Madrasah Ibtidaiyah Al-islamiyah yang terletak di Jalan Kedondong Kelurahan Kemirimuka Kecamatan Beji Kota Depok ini menggunakan beberapa aplikasi pembelajaran dalam jaringan seperti Whatsapp, Zoom Meeting, Google Classroom, dan Google Form. Aplikasi teknologi tersebut sudah digunakan secara aktif dan efektif di MI Al-islamiyah Depok. Aplikasi pembelajaran daring tersebut pasti terdapat tanda atau simbol yang memiliki makna atau arti. Mari kita membahas sedikit mengenai tanda dan makna yang biasa disebut dengan ilmu semiotika.

Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari mengenai tanda. Semiotika lekat dengan linguistik yang membahas struktur dan makna bahasa, karena tidak ada sesuatu pun yang dapat dibilang tanda sebelum diinterpretasikan sebagai sebuah tanda. Seorang ahli bahasa yakni Pierce menjelaskan, tanda dibagi menjadi tiga yaitu simbol, ikon, dan indeks.

Simbol yang dianggap sebagai tanda bersifat arbitrer atau mana suka dan harus sesuai dengan kesepakatan contoh simbol dua jari sebagai penanda perdamaian yang di gunakan oleh pemusik band Slank, namun dua jari berbentuk V itu juga disama artikan dengan nomor urut Pasangan Kepala Daerah. Selanjutnya Ikon tanda yang dimaksud bersifat mirip atau imitasi contoh peta Indonesia adalah ikon dari wilayah negara Indonesia. Kemudian indeks, di mana tanda tersebut bersifat kausalitas (sebab akibat) contoh Asap dan Api, asap adalah pendanda adanya api, Tanda Tangan adalah indeks dari keberadaan seseorang yang menorehkan tanda tangan itu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda dan sangat erat kaitannya dengan makna. Tanda terbagi menjadi tiga yakni simbol, ikon, dan indeks.

Dalam aplikasi teknologi pembelajaran dalam jaringan tentunya memiliki sebuah tanda dan makna. Diantara semua aplikasi teknologi yang digunakan oleh MI Al-islamiyah Depok, kali ini kita akan membedah tanda dan makna yang ada pada Google Classroom. Kenapa hanya Google Classroom? Karena para guru di MI Al-islamiyah Depok lebih aktif menggunakan Google Classroom dan nampaknya di masa pembelajaran jarak jauh dalam jaringan ini Google Classroom hal yang cukup baru bagi kalangan pendidik dan peserta didik. Untuk itu mari kita bedah tanda dan makna dalam Google Classroom di MI Al-islamiyah Depok.

 

bahan artikel 1
Gambar 1: Tampilan Forum Google Classroom Kelas III A

 

bahan artikel 2
Gambar 2: Forum Google Classroom yang Dibagikan Oleh Guru Kelas III A

 

Dari gambar 2 terdapat tanda panah, lingkarang dan angka. Mari kita analisis tanda dan makna yang terdapat dalam gambar 2 tersebut.

  1. Panah nomor 1 menunjukkan sebuah tanda yakni foto profil guru kelas III A. Akan tetapi, guru tidak menggunakan foto asli dirinya maka kita bisa menginterpretasikan atau memaknainya bahwa guru tersebut tidak ingin mempublikasikan foto dirinya.
  2. Panah nomor 2 menunjukkan tanda jam yakni pukul 07.00. Maka bisa dimaknai dengan guru mengabsensi siswa tepat waktu pada saat jam masuk sekolah.
  3. Panah nomor 3 menunjukkan tanda yang berupa teks Assalamualaikum Wr.wb ini berarti bahwa guru tersebut memiliki keyakinan sebagai seorang muslim.
  4. Panah nomor 4 menunjukkan tanda yang masih menggunakan teks yakni Selamat pagi siswa/I kelas 3A, Alhamdulillah mulai hari senin kembali, Semangat Ayo bangun. Maka bisa dimaknai dengan guru memberikan gerakan atau dorongan supaya siswa bangun jangan sampai telat meskipun pembelajaran online, serta guru memberikan semangat kepada siswa.
  5. Lingkaran nomor 5 menunjukkan tanda berupa emoji “pengeras suara”. Emoji ini dapat diartikan jika guru ingin ucapan selamat pagi dan semangatnya dapat didengar oleh siswa meskipun hanya sebatas lewat ucapan teks.
  6. Lingkaran nomor 6 masih menggunakan tanda berupa emoji “tersenyum”. Emoji ini dapat diartikan guru terlihat rendah hati dan dengan tulus memberikan semangat kepada siswa.
  7. Panah nomor 7 kembali lagi menggunakan tanda berupa teks yaitu Absen dulu ya. Maka dapat diartikan guru memberikan informasi supaya siswa segera absensi jika hadir dalam pembelajaran online.
  8. Panah nomor 8 terdapat tanda seru (!) yang artinya guru memerintahkan siswa untuk segera absen di kolom komentar, jika tidak absen di kolom komentar dianggap tidak hadir.
  9. Panah nomor 9 menggunakan tanda berupa teks yakni terima kasih. Dapat diartikan guru bersyukur jika informasi dan perintahnya untuk absen dapat dilakukan oleh siswa.
  10. Panah nomor 10 menggunakan tanda yang berupa teks Wassalamualaikum Wr.wb sama seperti panah nomor 1 bahwa guru tersebut memiliki keyakinan sebagai seorang muslim dan menggunakan teks tersebut sebagai ucapan penutup.

Nah, itulah semiotika yang terdapat pada Google Classroom kelas IIIA MI Al-islamiyah Depok. Semoga pembaca dapat tertarik untuk mempelajari semiotika dan dapat menganalisisnya. (*)