bikers subuhan
IST KOMPAK : Anggota Bikers Subuhan berfoto bersama dalam sebuah kegiatan pengajian.

 

bikers subuhan
KOMPAK : Anggota Bikers Subuhan berfoto bersama dalam sebuah kegiatan pengajian. IST

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sepedah motor bukan hanya alat transportasi angkutan orang maupun barang. Di tangan yang tepat dengan niat yang tepat, sepedah motor bisa menjadi media untuk lebih meningkatkan ketaqwaan dan keimanan.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

Suasana lalu lintas di depan Halte Balaikota Depok begitu lancar dilalui pengendara yang melintas.  Di dalam halte, seorang pria dengan kopiah putih sedang duduk santai di sana. Ya, dia adalah Budi Santoso, koordinator komunitas sepedah motor bernama Bikers Subuhan.

Budi yang memang menggemari dunia otomotif sejak masih remaja ini mengatakan, Bikers Subuhan merupakan sebuah klub motor yang sama dengan klub motor umumnya.  “Sama aja dengan yang lain, kita itu perkumpulan orang yang hobi motoran keliling kota,” kata Budi.

Yang membedakan, ucap Budi, selain motoran berkeliling kota, mereka juga mempunyai agenda rutin, yaitu Salat Subuh berjamaah dengan anggotanya. “Kita ada agenda wajib sebelum motoran, yaitu Salat Subuh berjamaah,” tutur pria berkulit sawo matang ini.

Dia mengungkapkan, komunitas ini awalnya didirikan di Kota Bandar Lampung pada tahun 2016 silam, dan pencetusnya adalah Sani Rizani. “Komunitas ini terbentuk karena kegelisahan kami akan stigma negatif yang muncul di kalangan masyarakat, akibat oknum bikers yang berbuat keonaran dengan menggunakan embel–embel klub motor,” tuturnya.

Maka dari itu, pengurus Bikers Subuhan berinisiatif untuk membuat sebuah kegiatan positif bersama anggotanya untuk menghapus berbagai stigma negatif masyarakat terkait  klub motor. “Maka dipilihlah Salat Subuh sebagai waktu kegiatannya dengan diikuti 23 jamaah, karena mereka yang memulai maka mereka disebut dengan awalun, Bikers Subuhan sendiri di lampung dimulai tahun 2016,”bebernya.

Dia menjelaskan, Bikers Subuhan sendiri baru terbentuk di Depok pada tahun 2017 kemarin. Awalnya anggota sekaligus pengurus komunitas ini hanya berjumlah empat orang saja. “Pendirinya itu Fadil, Moko, Abut, dan satu orang lagi saya lupa namanya,” ucapnya. (bersambung)

 

Editor : Fahmi Akbar