Beranda Metropolis Nurhalimah, Punggawa Persib Putri dari Depok : Kuliah Tertunda Karena Fokus jadi Atlet (1)

Nurhalimah, Punggawa Persib Putri dari Depok : Kuliah Tertunda Karena Fokus jadi Atlet (1)

0
Nurhalimah, Punggawa Persib Putri dari Depok : Kuliah Tertunda Karena Fokus jadi Atlet (1)
ATLET FUTSAL : Salah satu atlet futsal putri, Nurhalimah saat sedang latihan. FOTO : ISTIMEWA
persib putri 1
ATLET FUTSAL : Salah satu atlet futsal putri, Nurhalimah saat sedang latihan. FOTO : ISTIMEWA

 

Memiliki hobi berbeda dari teman seusianya, ternyata bukanlah suatu keanehan. Namun, malah sebaliknya. Jika hobi terus ditekuni, bisa membawa berkah tersendiri.

Laporan : Putri Disa Kiftiani

RADARDEPOK.COM – Jumat (15/01) sekitar pukul 09:00 WIB, di salah satu sudut Terminal Depok. Nurhalimah sedang berjibaku dengan lalu lalang kendaraan. Debu jadi teman, aspal jadi rekan. Meski seorang srikandi, dengan baju Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, ia tetap menampilkan jiwa maskulin.

Sesaat kemudian, ia masuk ke dalam pos dishub terminal, dengan sesekali menyapa rekan yang ada. Duduk di suatu ruangan yang penuh dengan atribut dishub. Tak lama, Nurhalimah atau yang biasa dipanggil Uwo mulai bercerita tentang pengalamannya.

Diawali dengan masa kecilnya yang memang menyukai sepakbola. Bahkan sempat mengikuti Sekolah Sepakbola (SSB) waktu SD selama dua tahun. Akhirnya, hobi itu berlanjut sampai dia beranjak dewasa.

Saat masuk ke SMA tahun 2012, Uwo mulai ikut dalam klub futsal, yang semakin membawa dirinya jatuh cinta pada olahraga si kulit bundar itu.  Saat itu, dia memegang posisi sebagai kiper. Dia berlatih setiap hari dan mengikuti banyak laga.

Masa SMA yang biasa dihabiskan untuk bersenang-senang dengan teman sebaya, justru tidak ia lakukan. Mungkin tetap merasakan jiwa muda, namun dengan cara yang berbeda.

Selain belajar, dia juga menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk mengikuti pertandingan futsal.

Pertandingan tak melulu berjalan mulus. Lawannya tak hanya usia yang sebaya. Banyak klub futsal putri yang usianya jauh diatasnya. Seperti anak kuliah dan usia dewasa lainnya. “Karena kan, kalau sudah masuk klub tidak lihat umur lagi. Jadi, hikmahnya adalah bisa belajar sama yang usianya lebih,”tuturnya.

Lulus SMA pada tahun 2015, Uwo langsung menempuh pendidikan di Universitas Negeri Jakarta. Saat itu, dia mengambil program studi yang memang sesuai dengan hasratnya. Penjaskes.